Investasi emas merupakan aktivitas menabung alternatif yang digemari oleh banyak orang Indonesia. Kendati demikian, banyak pula pengetahuan dasar seputar investasi emas yang belum diketahui publik. Artikel ini merangkum sejumlah pertanyaan paling unik dan menarik yang tentu akan meningkatkan pengetahuan kamu.

- Berapa keuntungan dari investasi emas?
Keuntungan dari investasi emas merupakan selisih harga beli dan harga jual dari logam mulia itu sendiri. Oleh karena itu, kita tidak dapat memperhitungkan keuntungan investasi emas sejak awal.
Keuntungan dari investasi emas sangat dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, perkembangan harga emas dari waktu ke waktu. Apabila harga emas naik, investor akan cuan. Sedangkan jika harga emas turun, maka investor harus menyimpan emas lebih lama agar dapat menjualnya dengan harga lebih tinggi.Kedua, “spread” atau selisih harga jual dan harga beli emas yang berlaku. Spread semakin kecil, maka semakin mudah bagi investor untuk memperoleh keuntungan.
Satu hal penting yang perlu diperhatikan calon investor: Investasi emas lebih sesuai untuk jangka panjang, atau minimal 5-10 tahun. Sebelum menjual simpanan emas, kita harus memperhitungkan dua faktor tersebut berikut biaya lain-lain dan pajak.
- Lebih baik investasi emas digital atau fisik?
Emas digital dan fisik memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Investasi emas digital lebih praktis, tetapi kita tidak akan memegang barangnya secara langsung dan tidak dapat menggadaikannya. Investasi emas fisik lebih banyak disukai, tetapi kita menghadapi risiko keamanan yang tinggi kalau menyimpannya sendiri.
- Apakah investasi emas digital itu aman dan halal?
Investasi emas Fatwa MUI memperbolehkan pembelian emas melalui platform online. Dengan demikian, investasi emas digital itu halal.
Investasi emas online di Indonesia berada di bawah pengawasan BAPPEBTI (Kementrian Perdagangan). Kita dapat berinvestasi emas secara aman melalui perusahaan yang telah memperoleh izin sebagai Pedagang Emas Digital dari BAPPEBTI, seperti Tanamduit, Pluang, DANA eMas, dan lain-lain.
- Apakah investasi emas kena pajak?
Pemerintah mengenakan pajak atas pembelian dan penjualan emas melalui PPh Pasal 22. Pajak berjumlah 0,45% untuk pembeli yang memiliki NPWP, atau 0,9% untuk pembeli yang tidak memiliki NPWP. Sedangkan pajak penjualan berlaku untuk transaksi emas batangan senilai lebih dari Rp10 juta, yaitu sebesar 1,5% untuk yang memiliki NPWP atau 3,0% untuk yang tidak memiliki NPWP.
Pajak sudah tercakup dalam harga emas, sehingga kita tidak perlu menyetorkan pajak sendiri ke negara. Kita hanya perlu melaporka kepemilikan emas sebagai harta dalam kategori harta bergerak dengan kode 051.
- Apa kelemahan investasi emas?
Terlepas dari popularitasnya di Indonesia, emas sebenarnya bukanlah aset favorit para investor ternama dunia. Salah satu alasannya, emas bukanlah aset produktif. Emas tidak menghasilkan dividen ataupun bunga, sehingga investor hanya dapat memperoleh keuntungan apabila harganya naik saja. Jangka waktunya pun bisa mencapai bertahun-tahun.
Investor emas fisik maupun digital juga harus mengamankan simpanannya dengan hati-hati. Emas fisik dapat dicuri, sedangkan emas digital akan rentan peretasan.
- Mengapa harga emas turun?
Patut untuk dicatat bahwa emas tidak menghasilkan dividen maupun bunga. Oleh karena itu, para investor sering meninggalkan emas ketika bunga dan imbal hasil investasi lain cenderung meningkat.
Dalam situasi keuangan dunia saat ini, bunga terus meningkat dan dividen saham melimpah. Selaras dengan itu, harga emas cenderung tertekan.
- Jika inflasi atau resesi, apakah emas naik?
Emas sering dianggap sebagai aset investasi yang aman dalam masa-masa gejolak keuangan, baik ketika terjadi resesi maupun peningkatan inflasi yang berlebihan. Nilai emas juga menampilkan tren naik yang nyata dalam jangka panjang. Hal ini membuat banyak orang mengira harga emas akan naik di tengah inflasi atau resesi. Namun, faktanya tak sesederhana itu.
Kita perlu membedakan proyeksi kenaikan harga emas dalam jangka pendek dan panjang. Harga emas cenderung meningkat terus dalam jangka panjang, sehingga berita inflasi hari ini belum tentu menaikkan harga emas besok. Demikian pula, situasi resesi yang parah dapat membuat banyak orang beramai-ramai menjual simpanan emas mereka dan mengakibatkan kejatuhan harga pasar emas. Calon investor emas sebaiknya tetap berfokus pada prospek jangka panjang daripada berspekulasi mengejar keuntungan instan yang berisiko tinggi.
Tagged With : emas • investasi jangka panjang • logam mulia