Pada perdagangan Rabu (16/11/2022), bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street ditutup melemah. S&P 500 mengakhiri hari dengan turun 0,83 persen pada 3.958,79, dan Nasdaq Composite turun 1,54 persen menjadi 11.183,66. Dow Jones Industrial Average bergulat dengan garis datar sepanjang hari, tetapi berakhir turun 39,09 poin, atau 0,12 persen pada 33.553,83.
Mengutip Reuters, Kamis (17/11), pelemahan Wall Street itu lantaran perusahaan konsumer AS, Target, melaporkan penurunan penjualan imbas dari kenaikan inflasi.
Di mana, laba bersih Target hingga Oktober 2022 terpotong setengahnya menjadi USD 712 juta. Atas perolehan itu, Target memperkirakan margin pendapatan operasional di kuartal terakhirnya di 2022 itu akan turun menjadi 3 persen dari perolehan sebelumnya 6,8 persen.
Sementara itu , Anggota Gubernur The Fed, Christopher Waller mengatakan, pihaknya untuk menarik kembali tingkat kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember 2022.
Dirinya akan mempertimbangkan untuk menurunkan kenaikan suku bunga acuannya menjadi 50 bps, Hal ini menandai pengurangan dari empat kali beruntun kenaikan suku bunga Fed rate sebesar 75 bps.
Meski demikian ia mencatat, The Fed tidak yakin dengan data pekan lalu yang menunjukkan inflasi telah melambat. “Saya tidak bisa cukup menekankan bahwa satu laporan tidak membuat tren. Terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa inflasi menuju ke bawah secara berkelanjutan,” katanya.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Kamis (17/11). Pada hari Rabu, IHSG melemah 0,31 persen dan ditutup di level 7.014,38.
Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christopher, memperkirakan support indeks saham di rentang 6.914-6.964 serta resistance di level 7.055-7.096.
“Secara teknikal candlestick membentuk hanging man dengan stochastic mendekati area oversold mengindikasikan potensi penguatan,” kata Dennies dalam risetnya, Kamis (17/11).
Menurut dia, pergerakan IHSG akan didorong optimisme dari inflasi Amerika Serikat (AS) yang melandai. Kemudian, dari dalam negeri akan didorong pembagian dividen beberapa emiten.
“Sementara minim sentimen dari data ekonomi,” katanya.
Hal senada diungkapkan juga oleh CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, pola gerak IHSG di tengah penantian rilis data perekonomian tentang tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia terlihat masih akan bergerak dalam rentang konsolidasi wajar.
“Kuatnya fundamental perekonomian Indonesia yang terlihat dari beberapa data perekonomian yang telah terlansir turut memberikan sentimen dalam pergerakan IHSG hari ini,” jelas William.
Selain itu, para investor asing hingga saat ini masih mencatatkan capital inflow secara year-to-date (ytd) yang masih menunjukkan minat investor terhadap pasar modal Indonesia.
“Hari ini IHSG berpotensi menguat,” ungkapnya.
Beberapa saham lainnya yang direkomendasikan oleh William adalah ITMG, JSMR, AALI, BBNI, INDF, TLKM, AKRA dan ROTI.
Sementara rekomendasi saham dari Dennies adalah WIKA, TOWR dan MDKA.