PADA perdagangan Selasa (15/11/2022), bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat didorong oleh data inflasi grosir yang lebih lemah dari perkiraan. Hal ini meningkatkan harapan pelonggaran kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Dikutip dari Reuters (16/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 56,22 poin, atau 0,17 persen menjadi 33.592,92, S&P 500 (.SPX) naik 34,48 poin, atau 0,87 persen menjadi 3.991,73 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 162,19 poin, atau 1,45 persen menjadi 11.358,41.
Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 13,1 miliar saham, dengan rata-rata 12,2 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.
Rata-rata utama menguat setelah indeks harga produsen (IPP), ukuran inflasi grosir, menunjukkan kenaikan 0,2 persen secara bulanan (mom) dan 8 persen secara tahunan (yoy) di Oktober 2022.
Angka tersebut di lebih rendah perkiraan konsensus yang sebesar 0,4 persen. Adapun laporan IPP itu muncul setelah data indeks harga konsumen pekan lalu menunjukkan tanda-tanda tekanan inflasi mereda bulan lalu, memicu reli tajam.
Alhasil investor berharap bank sentral AS, The Fed, akan mengerem kebijakannya dalam menaikkan suku bunga acuannya di bulan ini.
Adapun saham-saham ritel seperti Walmart Inc (WMT.N) melonjak 6,5 persen. Perusahaan juga menaikkan perkiraan penjualan dan laba tahunannya, diuntungkan dari permintaan bahan makanan yang stabil meskipun harga lebih tinggi.
Saham pengecer lain, termasuk Target Corp (TGT.N) dan Costco (COST.O), juga naik mengikuti laporan Walmart. Target, yang akan dilaporkan pada hari Rabu, naik 3,9 persen, sementara Costco naik 3,3 persen.
Terakhir, Saham Home Depot (HD.N) naik 1,6 persen setelah hasil rantai perbaikan rumah menunjukkan harga yang lebih tinggi untuk mengatasi penurunan transaksi pelanggan untuk kuartal ketiga.
Tak hanya itu, Bursa AS juga sempat bergejolak imbas berita tentang pendaratan rudal Rusia di Polandia. Di mana, 2 orang tewas dalam ledakan di Przewodow, sebuah desa di Polandia timur dekat perbatasan dengan Ukraina, kata petugas pemadam kebakaran saat sekutu NATO menyelidiki laporan bahwa ledakan itu berasal dari rudal Rusia.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari Rabu (16/11). Pada perdagangan hari Selasa (15/11), IHSG ditutup menguat 16,10 poin (0,23 persen) pada posisi 7.035,500.
Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher memperkirakan IHSG menguji di level support 6.994 – 7.002 dan resistance di rentang 7.094 – 7.138.
“Candlestick membentuk long black body dan dengan volume yang cukup tinggi mengindikasikan potensi pelemahan,” tulis Dennies dalam risetnya, Rabu (15/11).
Dennies mengatakan, pergerakan Investor akan mencermati rilis data Trade Balance atau neraca dagang dari dalam negeri dan dari global data indeks harga produsen (Produsen Price Index) atau PPI Amerika Serikat.
Adapun Kemarin (15/11), Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2022 kembali surplus. Sepanjang Oktober 2022, neraca perdagangan surplus USD 5,67 miliar.
Surplus ini merupakan yang ke-30 kalinya terjadi selama berturut-turut atau sejak Mei 2020. Secara kumulatif, sepanjang Januari-September 2022 neraca perdagangan mencatatkan surplus USD 5,67 miliar, menurun dibandingkan surplus Januari-September 2021 yang sebesar USD 5,8 miliar.
Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menyebut perkembangan pergerakan IHSG terlihat masih akan berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi tekanan minor untuk rentang jangka pendek.
“Peluang kenaikan masih terlihat dalam rentang jangka panjang, di sisi lain capital inflow masih terlihat masih terjadi ke dalam pasar modal Indonesia yang tercermin dari data ytd (year to date) yang telah tercatat,” kata William.
William menuturkan, hal ini menunjukkan bahwa minat investasi ke dalam pasar modal Indonesia masih cukup besar, ditambah dengan laporan kinerja emiten yang telah terlansir kembali menunjukkan perbaikan.
Dennies merekomendasikan sederet saham, antara lain:
- WIKA
Recommendation: Buy
Entry Range: 925 – 940
Buy Price: 935
Target Price Range: 970 – 990
Stop Loss: 915
- MDKA
Recommendation: Buy
Entry Range: 4.420 – 4.480
Buy Price: 4.450
Target Price Range: 4.580 – 4.650
Stop Loss: 4.380