Pada perdagangan Selasa (8/11/2022), Wall Street ditutup menguat . Investor menunggu hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS) yang dapat mempengaruhi tingkat pengeluaran dan regulasi pemerintah ke depannya.
Dikutip dari Reuters (9/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 333,83 poin atau 1,02 persen menjadi 33.160,83, S&P 500 (.SPX) naik 21,31 poin atau 0,56 persen menjadi 3.828,11.
Sementara Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 51,68 poin atau 0,49 persen menjadi 10.616,20.
10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau dipimpin terkereknya sektor material 1,72 persen serta sektor teknologi informasi 0,9 persen.
Ketiga indeks saham utama AS mencatat sesi ketiga berturut-turut di zona hijau setelah goyah sesaat, dan harga emas melonjak terhadap dolar yang melemah.
Hasil pemilihan paruh waktu AS akan memutuskan apakah Demokrat kehilangan atau tetap mempertahankan kendali kongres di tengah masa jabatan Presiden Joe Biden, meningkatkan kemungkinan kemacetan legislatif.
Inflasi jadi perhatian utama pemilih, Federal Reserve (The Fed), dan pelaku pasar. Sentimen lainnya yakni musim pelaporan kuartal III yang sekarang sebagian besar dalam pembukuan serta menunggu data inflasi yang akan dirilis pada Kamis (10/11).
Sementara, nilai dolar melemah dibanding mata uang dunia karena prospek kenaikan Partai Republik mendorong sentimen investor. Indeks dolar turun 0,43 persen.
Volume transaksi di bursa AS tercatat sebanyak 11,7 miliar saham diperdagangkan dibandingkan dengan rata-rata 11,8 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari Rabu (9/11). Pada perdagangan hari Selasa (8/11), IHSG ditutup melemah 52,27 poin (0,74 persen) ke level 7.050,126.
Analis Bina Artha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan level support IHSG berada di 6.982, 6.937 dan 6.892. Sedangkan level resisten di 7.100, 7.137 dan 7.200.
“IHSG mestinya berada dalam konsolidasi karena gagal mempertahankan posisinya di atas 7.100. IHSG saat ini berpeluang menguji kembali zona support di kisaran 6.970-7.000,” ujar Ivan dalam risetnya, Rabu (9/11).
Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, perkembangan pergerakan IHSG masih terlihat betah berada dalam area konsolidasi wajar. Hingga saat ini, potensi tekanan pasar saham masih cukup besar dibandingkan dengan kemampuan untuk naik.
“Namun sentimen belum terlalu terlihat ada yang menonjol untuk dapat menjadi booster terhadap pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” tulis William.
Menurut William, para investor masih harus mewaspadai adanya potensi koreksi wajar akibat sentimen dari fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupiah yang masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.
Adapun sederet rekomendasi saham dari Ivan, yaitu BBCA, BRPT, CPIN, dan ICBP.
- BBCA
Recommendation: Trading Buy
Price Range: 8.550-8.700
Target Price: 8.900
- BRPT
Recommendation: Buy On Weakness
Price Range: 750-775
Target Price: 830
- CPIN
Recommendation: Buy On Weakness
Price Range: 5.500-5.650
Target Price: 6.050
- ICBP
Recommendation: Buy
Price Range: 9.450-9.550
Target Price: 9.800