Indeks saham AS, Wall Street, ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat untuk menghentikan penurunan beruntun pada empat sesi berturut-turut, karena investor mencerna laporan pekerjaan yang beragam dan komentar dari petinggi Federal Reserve (The Fed) tentang laju kenaikan suku bunga.
Dikutip Reuters, Senin (7/11), Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 401,97 poin atau 1,26 persen menjadi 32.403,22, S&P 500 (.SPX) naik 50,66 poin atau 1,36 persen menjadi 3.770,55, dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 132,31 poin atau 1,28 persen menjadi 10.475,25.
Pada minggu ini, saham Dow Jones turun 1,39 persen, menghentikan kenaikan beruntun selama empat minggu terakhir, S&P turun 3,34 persen dan Nasdaq turun 5,65 persen, dengan persentase penurunan mingguan terbesar sejak Januari.
Pada hari Jumat, pejabat The Fed menggemakan komentar Powell tentang potensi penurunan ukuran kenaikan suku bunga di masa depan, tetapi perlu terus menaikkan suku untuk jangka waktu yang lebih lama dan berpotensi di atas level 4,6 persen, yang ditulis bank sentral pada pertemuan September.
Fokus pasar sekarang akan beralih ke pembacaan inflasi atau indeks harga konsumen yang akan dirilis pekan ini, serta pemilihan paruh waktu AS pada 8 November.
Sementara itu, harapan pelonggaran pembatasan ketat COVID-19 di China mendukung beberapa area pasar, dengan saham perusahaan China yang terdaftar di AS termasuk Alibaba, yang ditutup naik 7,05 persen dan JD.com, naik 9,74 persen.
Harapan tersebut juga membantu mendorong harga komoditas seperti tembaga, yang pada gilirannya mengangkat sektor material (.SPLRCM) 3,41 persen sebagai kinerja terbaik dari 11 sektor S&P utama.
Volume di bursa AS adalah 13,31 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,74 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini, Senin (7/11). Pada perdagangan hari Jumat (3/11), IHSG ditutup menguat 10,95 poin (0,16 persen) ke level 7.045,53.
Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christopher Jordan mengatakan, IHSG ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya dengan rentang terbatas setelah sempat melemah pada sesi awal perdagangan. Hal itu didorong tekanan dari bursa saham Amerika Serikat dan Eropa yang mayoritas melemah setelah kenaikan suku bunga The Fed. Pada perdagangan hari ini, Dennies memperkirakan IHGS tetap menguat.
“IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal candlestick membentuk hanging man setelah rebound di sekitar support MA20, mengindikasikan potensi penguatan dalam jangka pendek,” kata Dennies dalam analisisnya, Senin (7/11).
Dennies memperkirakan IHSG menguji resistance di level 7.069-7.093 dengan support di level 6.949-6.997. Menguatnya IHSG ini didorong oleh investor yang mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia. Adapun pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III ini mampu tumbuh hingga 5,5 persen.
“Di awal pekan investor akan mencermati rilis data GDP kuartal III-2022 serta data cadangan devisa. Pergerakan juga akan didorong musim rilis kinerja,” ujarnya.
Berbeda dengan Dennies, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya memprediksi hari ini IHSG berpotensi melemah. Menurutnya, pola gerak IHSG masih belum terlihat adanya kemauan beli yang kuat.
“Sedangkan potensi tekanan masih terlihat cukup besar, IHSG masih ditopang oleh capital inflow yang masih terus terlihat berlanjut ke dalam pasar modal Indonesia, hari ini IHSG berpotensi melemah.,” kata William.
William memprediksi pergerakan IHSG berada di rentang 6.954-7.172. Adapun saham yang William rekomendasikan hari ini meliputi UNVR, BBCA, KLBF, WTON, APLN, CTRA, SMRA, ASRI, dan PWON.