Ingin Meningkatkan Keamanan Cyber Bagi Perusahaan? Lakukan Checkup Ini…

Keamanan cyber alias cybersecurity semakin penting belakangan ini, bukan hanya bagi organisasi pemerintah dan swasta, namun juga bagi usaha-usaha kecil dan menengah. Pentingnya keamanan cyber bagi perusahaan dipicu oleh perkembangan teknologi yang pesat serta semakin berkembangnya metode-metode yang digunakan untuk meretas situs-situs penting. Ketika dunia teknologi terus berkembang secara cepat, tidak semua perusahaan mampu mengimbanginya. Meskipun kebanyakan mungkin memiliki pemahaman dasar tentang bagaimana menjaga agar teknologi dan data mereka aman, banyak juga yang tidak mengetahui bahwa ada begitu banyak teknologi yang bisa mereka gunakan untuk meningkatkan keamanan cyber bagi perusahaan.

Bagaimana Menjaga Keamanan Cyber Bagi Perusahaan

Jika anda ingin meningkatkan keamanan cyber perusahaan, maka ada beberapa aspek yang perlu dilakukan pengecekan secara berkala. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa data dan teknologi yang sedang digunakan perusahaan benar-benar aman. Berikut adalah beberapa opsinya.

keamanan cyber bagi perusahaan

Uji Penetrasi dan Kerentanan

Tidak ada satu metode checkup yang bisa menyelesaikan semua masalah. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi, penanganan cybersecurity mesti dilakukan secara holistik dan berkelanjutan, agar anda bisa melakukan yang terbaik untuk memastikan segala sesuatunya aman dari semua sisi. Salah satu checkup yang direkomendasikan adalah uji penetrasi dan kerentanan (vulnerability). Secara teknis, keduanya adalah pengujian yang berbeda, namun memberikan cakupan yang signifikan, sehingga dapat membantu perusahaan mengelola keamanan cyber-nya.

Ada beberapa cara untuk melakukan uji penetrasi dan kerentanan ini, tergantung pada kondisi infrastruktur dan keamanan yang anda gunakan saat ini. Di level tinggi, anda bisa menghindari masalah yang lebih rumit dengan cara menyelesaikan masalah-masalah kecil yang ditemukan dari kedua test tersebut.

Checkup Keamanan IoT

Idealnya, perusahaan mesti melakukan checkup keamanan Internet of Things (IoT) secara teratur. Teknologi mempermudah kita meningkatkan produktivitas dan pengetahuan secara eksponensial, namun segala sesuatu memiliki dua sisi yang saling bertentangan, bukan? Evolusi teknologi tidak hanya membantu kita untuk tumbuh, namun juga membuat kita rentan terhadap berbagai ancaman keamanan cyber yang belum pernah kita alami sebelumnya.

Pasalnya, IoT membuat kita seolah-olah terbuka terhadap berbagai jenis ancaman. Jadi, sangat penting untuk melakukan diagnosa terhadap infrastruktur cyber perusahaan untuk menemukan celah yang terbuka setiap harinya. Dengan cara ini, kita bisa mencegah serangan-serangan dari penjahat siber.

Update Software

Jika anda ingin melakukan pengecekan keamanan cyber bagi perusahaan secara teratur, maka pastikan bahwa semua software keamanan dan fitur-fiturnya sudah di-update. Teknologi berubah cepat, dan para penjahat cyber juga menambah kemampuannya setiap hari. Jika tool yang anda gunakan tidak ter-update, maka data perusahaan dan konsumen bisa terancam diretas. Lakukan pengecekan update software satu atau dua kali seminggu, untuk memudahkan anda menemukan potensi-potensi ancaman sedini mungkin.

Checkup Malware dan Web Proxy Protection

Salah satu bentuk checkup yang perlu dilakukan perusahaan secara teratur adalah proteksi terhadap malware dan web proxy, untuk memastikan bahwa data dan teknologi dalam keadaan aman. Malware baru dan lebih pintar muncul setiap hari, jadi perusahaan harus melakukan pengecekan setiap hari agar mampu memberikan perlindungan yang mencukupi, dan memastikan bahwa update otomatis diterapkan secara ketat untuk menjamin keamanan 24/7.

Simulasi Phishing

Di era digitalisasi saat ini, banyak usaha yang dialihkan ke operasi online. Di satu sisi, hal ini memberikan sejumlah keunggulan bagi pengusaha, namun di sisi lain, beralih online juga membuat perusahaan  terancam resiko keamanan siber. Para peretas terus-menerus mencari cara-cara baru untuk masuk ke sistem data perusahaan; jadi, perusahaan juga harus menerapkan sistem pertahanan secara proaktif.

Salah satu caranya adalah melakukan checkup cybersecurity secara teratur untuk mengidentifikasi kelemahan potensial dan mengambil langkah-langkah penting untuk meminimalisirnya. Perusahaan bisa melakukan berbagai jenis checkup, namun salah satu yang terpenting adalah simulasi phishing. Checkup ini bisa membantu mengidentifikasi karyawan yang rentan terhadap serangan phishing dan memberikan pelatihan tentang cara mencegah serangan semacam ini. Sekali lagi, tujuan akhirnya adalah menjamin keamanan data dan teknologi.

Pengecekan Access User

Salah satu penyebab utama terjadinya penyalahgunaan data adalah tidak adanya alat kontrol akses yang memadai. Perusahaan harus memberikan perhatian khusus terhadap siapa yang mengakses data dan sistem mereka siang dan malam. Sebuah sistem pendeteksi serangan bisa berfungsi secara optimal jika dipadukan dengan manajemen kontrol akses yang baik.  Seringkali, para hackers mendapatkan akses ke sebuah sistem dan datanya melalui akun karyawan, karena tidak semua karyawan memiliki pengetahuan yang sama tentang peretasan dan keamanan syber.

Sebenarnya, masih ada beberapa hal yang perlu dicek secara berkala jika ingin memastikan keamanan cyber bagi perusahaan. Contoh lainnya adalah pengecekan perubahan passowrd, penggunaan two-factor authentication, dan sistem otentikasi user. Sarankan para pegawai dan karyawan untuk mengganti password-nya secara teratur, sehingga kemungkinan untuk diretas juga lebih kecil. Pastikan karyawan juga menerapkan 2FA (2-factor Authentication), dan langkah proteksi lainnya yang diperlukan.

Tagged With :

Leave a Comment