Pada perdagangan Rabu (2/11/2022), Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah tajam. Hal tersebut imbas komentar dari Gubernur Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, yang menghilangkan spekulasi positif the Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin. Suku bunga ditargetkan dalam kisaran antara 3,75 persen dan 4,00 persen.
Mayoritas investor mengantisipasi kenaikan suku bunga 75 basis poin, dengan harapan the Fed memberi sinyal akan mengurangi suku bunga pada pertemuan Desember. Namun, komentar dari bos The Fed yang mengatakan ‘sangat prematur’ untuk berpikir tentang menghentikan kenaikan suku bunga, membuat saham turun tajam.
Dikutip dari Reuters, Kamis (3/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 505,44 poin, atau 1,55 persen, menjadi 32.147,76, S&P 500 (.SPX) kehilangan 96,41 poin, atau 2,50 persen, menjadi 3.759,69 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 366,05 poin, atau 3,36 persen, menjadi 10.524,80.
Setelah reli kuat pada Oktober yang membuat Dow Industrial membukukan persentase kenaikan bulanan terbesar sejak 1976 dan reli S&P sekitar 8 persen, tiga indeks utama di Wall Street tidak jatuh selama tiga sesi berturut-turut. Penurunan hari Rabu adalah persentase penurunan terbesar untuk S&P 500 sejak 7 Oktober.
S&P 500 membukukan 22 tertinggi baru 52-minggu dan 20 terendah baru; Nasdaq Composite mencatat 108 tertinggi baru dan 203 terendah baru.
Investor akan lebih memperhatikan pasar tenaga kerja dalam bentuk klaim pengangguran awal mingguan pada hari Kamis dan laporan penggajian Oktober pada hari Jumat (4/11) yang akan membantu mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga.
S&P 500 membukukan 22 tertinggi baru 52-minggu dan 20 terendah baru, Nasdaq Composite mencatat 108 tertinggi baru, dan 203 terendah baru.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Kamis (3/11). Pada Rabu (2/11), IHSG melemah 0,52 persen dan ditutup di level 7.015,69.
Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christopher, memperkirakan support indeks saham di rentang 6.923-6.969 dan resistance di level 7.067-7.119.
“Secara teknikal candlestick membentuk lower high,” kata Dennies dalam risetnya, Kamis (3/11).
Dennies menambahkan, lower low dengan stochastic juga melebar setelah membentuk deadcross mengindikasikan potensi pelemahan. Menurutnya, investor masih akan mencermati hasil kebijakan suku bunga The Fed.
“Sementara musim rilis kinerja emiten masih akan menopang pergerakan,” ujar Dennies.
Beberapa saham yang direkomendasikan Dennies adalah PGAS, TOWR dan PTBA.
Hal senada diungkapkan oleh CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya. Menurutnya, pola pergerakan IHSG hingga saat ini masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan kecenderungan tekanan yang masih cukup besar.
William menilai fluktuasi nilai tukar rupiah juga turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG.
“Peluang koreksi masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian untuk rentang investasi jangka panjang,” jelas William.
Beberapa saham yang direkomendasikan oleh William adalah GGRM, ASRI, PWON, CTRA, HMSP, JSMR, TLKM, BINA dan UNVR.