AS Diprediksi Jatuh dalam Resesi di Pertengahan 2023, Wall Street Kian Tertekan

Sentimen terjadinya resesi ekonomi dan kenaikan suku bunga The Fed membuat Indeks saham wall street, Amerika Serikat (AS) masih kian tertekan.

Mengutip dari Reuters, Selasa (11/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 93,91 poin (0,32 persen) menjadi 29.202,88; S&P 500 (.SPX) kehilangan 27,27 poin (0,75 persen) ke 3.612,39; dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 110,30 poin (1,04 persen) menjadi 10,542,10.

Pelemahan tersebut membuat indeks Nasdaq memimpin penurunan dan mencatatkan level penutupan terendah sejak Juli 2020. Di mana, investor mempertimbangkan komentar dari CEO JP Morgan, Jamie Dimon yang memperingatkan bahwa AS kemungkinan akan jatuh dalam resesi selama 6-9 bulan ke depan.

Tak hanya itu, JP Morgan juga berpendapat indeks S&P 500 masih akan turun mencapai 20 persen lagi tergantung dari keputusan moneter oleh The Fed.

Adapun pernyataan tersebut datang di awal pekan ini sebagai gambaran dari laporan keuangan perbankan di kuartal iII 2022 dan menjelang laporan harga konsumen (inflasi), Rabu (12/10) waktu setempat.

Investor juga masih mengantisipasi kenaikan suku bunga demi meredam lonjakan inflasi. Sinyal tersebut diperkuat oleh Presiden Fed Chicago Charles Evans yang mengatakan pada hari Senin, bahwa pejabat Federal Reserve (The Fed) AS mengambil keputusan selaras dengan kebutuhan untuk menaikkan suku bunga kebijakan target menjadi sekitar 4,5 persen pada awal tahun depan.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Selasa (11/10). Pada perdagangan Senin (10/10), indeks saham ditutup melemah 32,38 poin (0,46 persen) ke level 6.994,395.

Analis Bina Artha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG berada di level support di 6.927, 6.872, dan 6.800. Sementara level resistennya di 7.075, 7.152, dan 7.205.

“IHSG masih berpeluang untuk rebound karena ditutup di atas zona support 6.957 – 6.972, berada di atas garis SMA-200 dan membentuk candle hammer yang dapat menandakan pembalikan,” ujar Ivan dalam risetnya, Selasa (11/10).

Ivan mencermati akan ada penurunan di bawah 6.927 akan memicu IHSG melemah ke level 6.872 sebagai target terdekat. Berdasarkan indikator MACD dalam momentum bearish.

Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengamati IHSG masih memiliki peluang menguat dalam pergerakan jangka menengah – panjang. Sedangkan dalam jangka pendek peluang koreksi dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi bagi investor.

“Mengingat kondisi perekonomian yang cukup stabil terlihat dari data-data perekonomian yang terlansir serta proyeksi perbaikan perekonomian di tengah mulai bergeraknya ekonomi ke arah normal, hari ini IHSG berpeluang menguat,” kata William.

Adapun beberapa rekomendasi saham dari Ivan, yaitu ANTM, INKP, dan PGAS.

  1. ANTM

Recommendation: Accumulative Buy

Support: 1.815

Resistance: 2.020, 2.050, 2.120 and 2.180

Price Range: 1.820 – 1.850

Target Price: 2.020

  1. INKP

Recommendation: Buy On Weakness

Support: 8.850

Resistance: 9.500, 9.800, 10.000 and 10.200

Price Range: 8.900 – 9.000

Target Price: 9.500

  1. PGAS

Recommendation: Trading Buy

Support: 1.740

Resistance: 1.900, 1.970 and 2.030

Price Range: 1.750 – 1.820

Target Price: 1.900

 

Leave a Comment