Ada begitu banyak hal yang perlu anda ketahui sebelum mendirikan usaha sendiri. Apa rencana bisnis anda? Bagaimana anda akan memasarkan produk/jasa yang anda sediakan? Apa yang membuat usaha anda berbeda dari perusahaan lain? Ini adalah beberapa contoh pertanyaan penting. Namun, sebelum anda fokus pada pertanyaan-pertanyaan eksternal ini, ada empat hal personal yang perlu anda ketahui sebelum meluncurkan usaha sendiri.
Dan, di sinilah rahasianya: anda sudah mengetahuinya, setidaknya sebagian. Di antaranya adalah keuangan, tingkat resiko yang bisa anda tolerir, agenda kerja anda, serta kebutuhan profesional dan tempat kerja. Berikut pembahasannya secara lebih rinci.

Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Mendirikan Usaha Sendiri
Keuangan Anda
Jika anda berhenti dari pekerjaan tetap demi membuka usaha sendiri, maka cobalah bertanya kepada diri sendiri tentang apa dampaknya terhadap keuangan anda. Apakah anda akan baik-baik saja, jika pendapatan anda berkurang karena tidak lagi menerima gaji tetap? Apa modal lain yang mungkin anda butuhkan agar usaha anda berhasil? Apakah anda memilikinya? Jika tidak, bagaimana anda mendapatkannya?
Misalnya, sebelum meluncurkan usaha sendiri, cobalah diskusi dengan keluarga tentang rencana anda, susun beberapa skenario, dan sisihkan dana yang bisa digunakan untuk investasi pada bisnis dan pemasaran. Cari waktu yang tepat, karena percakapan secara terbuka dapat membantu mengurangi stress anda. Pada akhirnya, perencanaan keuangan dengan baik sejak dini dapat meminimalisir masalah – terutama jika banyak hal yang tidak berjalan sesuai rencana di awal (dan biasanya memang begitu).
Tingkat Toleransi Terhadap Resiko
Bersamaan dengan perencanaan keuangan sebelum mendirikan usaha sendiri, anda harus berfikir tentang tingkat resiko yang bisa anda tolerir. Apakah anda masih bisa bekerja dengan nyaman jika bisnis anda tidak mendapatkan keuntungan hingga 6 bulan atau 1 tahun? Bukan suatu yang aneh, jika dalam waktu 5 hingga 6 bulan, sebuah perusahaan baru belum mendapatkan keuntungan. Masa-masa seperti ini pastinya terasa sangat berat.
- Bagaimana perasaan anda jika anda tidak berhasil mencapai target pendapatan?
- Bagaimana anda mengatasi rasa kecewa, jika ternyata tidak berhasil melakukan pekerjaan yang awalnya anda rasa bisa?
Pada dasarnya, mendirikan usaha sendiri adalah suatu langkah yang penuh resiko. Pikirkan seberapa banyak resiko yang bisa anda tahan, dan padukan pendekatan tersebut dengan tingkat kenyamanan anda. Mungkin, anda akan merasa nyaman dengan sistem launching sederhana dibanding launching besar-besaran.
Jadwal Kerja
Coba fikirkan waktu-waktu tertentu sepanjang hari. Kapan anda paling sigap dan paling kreatif? Kapan anda merasa lelah? Cobalah mengatur jadwal kerja anda dan menyesuaikannya dengan waktu anda. Misalnya, jika anda tipe orang yang paling energik dan bersemangat di pagi hari, maka mulailah agenda kerja anda sepagi mungkin, misalnya jam 06.00 pagi. Susun langkah strategis anda di pagi hari.
Misalnya lagi, anda bisa mengatur jadwal menelpon dan rapat-rapat di siang hari, jika anda tipe orang yang gemar bertemu teman atau rekan kerja di jam istirahat, sambil makan siang. Agenda menelpon bisa juga diatur di sore hari, jika anda ingin sedikit bebas dan bersantai di sore hari. Salah satu keuntungan mendirikan usaha sendiri adalah anda lebih bisa mengendalikan jadwal kerja sendiri. Gunakan hal tersebut untuk melakukan hal terbaik yang bisa anda lakukan.
Kebutuhan Profesional dan Tempat Kerja
Ketika mendirikan usaha sendiri, anda mungkin tidak pernah membayangkan bagaimana hari-hari anda akan berbeda dari hari-hari kerja di kantor. Mungkin, anda sangat menyukai aspek sosial dari bekerja di kantor, suka berteman, dan berkumpul dengan teman-teman sejawat. Di hari-hari pertama usaha anda berjalan, mungkin anda akan merasa kesepian dan sendiri, karena tidak ada teman bercengkrama seperti biasanya. Mungkin, selama ini anda tidak begitu menyadari bahwa bekerja sendiri di rumah akan terasa sepi.
Sebelum meluncurkan usaha sendiri, cobalah identifikasi jenis lingkungan dan dukungan seperti apa yang anda butuhkan agar anda tetap merasa yakin, nyaman, dan tenang. Kemudian, buatlah keputusan-keputusan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut. Misalnya adalah bekerja dari ruang kerja bersama, berkomunikasi dengan organisasi profesional di mana anda bisa bertemu para pemilik usaha lainnya, mengagendakan berjalan santai di jadwal makan siang, atau mengatur agenda menelpon teman-teman dan rekan sejawat setiap minggunya agar anda tetap terhubung dengan sahabat.
Agar Mendirikan Usaha Sendiri Terasa Menyenangkan
Terkadang, kita terlalu fokus pada aspek-aspek eksternal, seperti investor, konsumen, pasar, produk dan jasa, dan sebagainya saat mendirikan usaha sendiri, sehingga lupa dengan aspek internal, yakni diri sendiri. Jadi, sebelum anda memfokuskan perhatian keluar, fokuslah pada empat hal yang dibahas di atas. Gunakan waktu untuk berfikir, merencanakan, dan mendiskusikan faktor-faktor di atas dengan orang-orang terdekat, sehingga anda bisa meminimalisir masalah sejak dini. Dengan meminimalisir masalah yang bersumber dari internal, maka anda bisa memfokuskan perhatia
Tagged With : manajemen bisnis • Manajemen Usaha