5 Kiat Jitu Menghadapi Market Bearish Tahun 2022

Market bearish adalah situasi ketika pasar keuangan global mengalami penurunan terus menerus. Contohnya yang sedang terjadi sejak Juni 2022 hingga saat ini. Bursa saham maupun kripto sama-sama merosot. Semua forex juga babak belur, kecuali USD. Harga komoditas seperti emas dan minyak pun jatuh-bangun. Bagaimana cara menghadapi market bearish seperti ini?

5 Kiat Jitu Menghadapi Market Bearish Tahun 2022

Market bearish sebenarnya bukan peristiwa langka. Dengan menelaah sejarah ekonomi dunia, kita akan mengetahui bahwa situasi serupa sudah seringkali terjadi setiap beberapa tahun.

Market bearish biasanya terjadi pada awal krisis ekonomi atau resesi. Akibatnya, merebaklah sentimen negatif di kalangan trader dan investor yang kebingungan mencari aset investasi yang menguntungkan.

Di saat yang sama, sejarah juga memberitahu kita bahwa ada banyak cara untuk menghadapi market bearish. Berikut ini lima (5) kiat paling penting yang perlu kamu cermati:

  1. Jangan gunakan utang untuk berinvestasi. Ingat, suku bunga kemungkinan akan terus mengalami peningkatan dalam tahun 2022 dan 2023. Kalau kamu berhutang untuk berinvestasi, boleh jadi kamu bakal tekor gara-gara bunga utang yang lebih besar daripada cuan investasi.
  2. Jangan buru-buru memborong saham-saham yang harganya menurun. Penurunan harga saham akan terus berlangsung hingga grafik harga menunjukkan indikasi rebound yang terkonfirmasi. Oleh karena itu, bersabarlah dan manfaatkan analisis teknikal untuk memilih saham-saham mana yang sudah mencapai momen beli potensial.
  3. Pantau saham-saham yang memiliki valuasi murah. Penurunan harga merupakan kesempatan emas untuk membeli saham-saham terdiskon. Jadi, abaikanlah saham-saham yang punya valuasi mahal (overvalued) dan soroti saham-saham yang bervaluasi lebih rendah daripada biasanya (undervalue).
  4. Pertimbangkan untuk short-selling. Bursa Efek Indonesia masih melarang aksi short-selling, tetapi kita bisa mencari peluang short-selling dalam forex atau CFD indeks. Hal ini belum tentu cocok untuk semua orang, sehingga ada baiknya menjajal short-selling pada simulasi trading (akun demo) terlebih dahulu.
  5. Perhatikan kondisi psikologis pribadi. Dalam situasi market bearish, trader dan investor akan lebih mudah terbawa emosi akibat panik ataupun euforia. Oleh sebab itu, perhatikan kedisiplinan diri dalam menerapkan rencana trading dan analisis pasar yang objektif. Kalau kamu sudah mulai merasa emosi, sebaiknya tutup platform trading kamu untuk sementara waktu.

Akhir kata, kita perlu mengingat baik-baik bahwa market bearish tidak akan berlangsung selamanya. Sebagaimana grafik harga selalu naik-turun, demikian pula dinamika pasar terkadang bearish dan terkadang bullish. Jadi, jangan mudah patah arang dan teruslah bersemangat mencari peluang cuan baru.

Tagged With :

Leave a Comment