Cara Investasi Reksadana untuk Pemula

Reksadana adalah jenis investasi yang paling banyak disarankan bagi orang yang baru memulai berinvestasi. Ini karena investasi reksadana ini dikelola oleh manajer investasi, sehingga investor tidak perlu bingung mengelola investasinya. Lalu, bagaimana cara investasi reksadana untuk pemula yang tepat?

Sebagai informasi, investor hanya perlu menginvestasikan dananya dan memilih manajer investasi yang terpercaya serta memiliki kredibilitas, sambil menunggu perolehan imbal hasil sesuai jangka waktu tertentu.

Meski begitu, investor pemula juga harus tetap mengetahui cara kerja investasi reksadana, agar tujuan berinvestasi tercapai dan mendapat imbal hasil yang diinginkan serta terhindar dari kerugian.

Namun, sebelum mengetahui cara investasi reksadana untuk pemula, investor perlu mengetahui apa itu reksadana. Reksadana merupakan wadah untuk mengumpulkan dana para investor yang nantinya diinvestasikan manajer investasi ke dalam portofolio efek investasi, seperti obligasi, pasar uang, saham dan lainnya.

Dalam memilih dan menempatkan dana investor ke berbagai portofolio efek, manajer investasi akan menyesuaikan jenis reksadana yang Anda pilih. Ada beberapa jenis reksadana yang bisa anda pilih dan sesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan investasi anda.

Hal yang perlu diingat saat memilih investasi reksadana, memilih manajer investasi dan perusahaan reksadana penting karena pengelolaan reksadana anda di tangan mereka. Karena itu pastikan pilih manajer investasi dan perusahaan yang terpercaya. 

Cara investasi reksadana untuk pemula

Secara lebih rincinya, berikut ulasan tentang cara investasi reksadana untuk pemula.

1. Pahami Cara Kerja Reksadana

Sebagai investor pemula, anda mungkin belum familiar dengan cara kerja reksadana. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, reksadana adalah kumpulan dana dari investor yang akan diinvestasikan ke berbagai portofolio efek seperti saham, obligasi atau pasar uang. Reksadana sama seperti halnya investasi lainnya, hanya saja pengelolaan dana anda dibantu oleh manajer investasi yang profesional dan berpengalaman.

Nanti dana yang dikumpulkan itu akan dipecah ke beberapa instrumen investasi sesuai jenis reksadana yang anda pilih. Hal ini bertujuan agar investasi reksadana aman jika salah satu instrumen investasi mengalami kerugian.

Salah satu keunggulan dari investasi reksadana ini, investor bisa memulai berinvestasi tanpa perlu modal besar. Memahami cara kerja reksadana ini penting sebagai bagian cara investasi reksadana untuk pemula.

2. Tetapkan Tujuan Investasi

Menetapkan tujuan investasi adalah langkah penting saat anda memutuskan akan berinvestasi dengan reksadana. Karena, dengan menetapkan tujuan investasi, anda bisa memprediksi berapa lama anda akan melakukan investasi reksadana ini.

Apakah investasi yang anda butuhkan jangka pendek, menengah atau jangka panjang. Misalnya, apakah tujuan investasi anda untuk dana pensiun atau sekolah anak jangka panjang, atau dana tabungan, renovasi rumah atau lainnya.

Penetapan tujuan reksadana ini juga akan berkaitan dengan jenis reksadana apa yang harus anda pilih dan jangka waktu investasinya. Karena ada beberapa jenis reksadana yang ideal untuk jangka panjang, menengah atau pendek untuk memaksimalkan imbal hasil yang diperoleh investor.

3. Kenali Profil Risiko

Cara investasi reksadana untuk pemula selanjutnya yakni mengenali profil risiko investasi anda. Tak perlu bingung, profil risiko investasi ini adalah toleransi anda terhadap risiko kemungkinan kehilangan sebagian atau seluruh dana pokok investasi anda.

Anda bisa menganalisa, apakah tipe agresif yang berani mengambil risiko tinggi, atau tipe konservatif yang sangat berhati-hati atau tipe moderat tengah-tengah. Profil risiko ini penting untuk anda tentukan sebelum berinvestasi reksadana karena juga akan berkaitan dengan jenis reksadana yang cocok untuk anda.

4. Kenali Jenis-jenis Reksadana

Cara investasi reksadana untuk pemula selanjutnya adalah mengenali jenis-jenis reksadana. Ada beberapa jenis reksadana yang umum dipilih yakni reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana campuran.

Masing-masing jenis reksadana ini memiliki keunggulan dan tingkat  risiko berbeda-beda. Setelah anda menetapkan tujuan investasi anda dan mengetahui profil risiko, akan lebih mudah bagi anda memilih jenis reksadana yang cocok untuk anda.

Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar yang adalah jenis reksadana yang risikonya paling rendah dibandingkan jenis reksadana lainnya. Reksadana ini 100 persen dananya diinvestasikan ke instrumen pasar uang yakni deposito, surat berharga maupun obligasi yang jangka waktunya kurang dari setahun.

Karena memiliki risiko paling rendah, imbal hasil yang ditawarkan juga paling rendah dibandingkan reksadana lainnya. Namun, untuk pemula yang baru memulai investasi, reksadana pasar uang ini justru yang paling ideal, karena minim risiko.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah salah satu jenis instrumen investasi yang juga dinilai ideal untuk investor pemula. Ini karena, risiko reksadana pendapatan tetap ini tergolong rendah dan pergerakannya relatif stabil tetapi tetap memberikan imbal hasil yang cukup tinggi.

Reksadana ini sebagian besar dananya diinvestasikan ke portofolio efek yang memberikan pendapatan tetap seperti surat utang atau obligasi yang memberikan imbal hasil secara rutin.

Sehingga, bagi investor pemula yang ingin mendapat imbal hasil yang cukup tinggi, namun dengan risiko tidak terlalu tinggi bisa memilih jenis reksadana ini.

Reksadana Saham

Dibandingkan reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, reksadana dana saham ini adalah jenis reksadana yang tingkat risikonya paling tinggi. Hal ini karena dana investasi reksadana ini ditempatkan di efek ekuitas seperti saham yang memiliki pergerakan fluktuatif. Karena itu, reksadana saham ini dianjurkan bagi investor yang memiliki tipe agresif dan berani mengambil risiko.

Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah jenis reksadana yang tingkat risikonya tergolong kategori menengah karena masih lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap tetapi masih di bawah reksadana saham. Jenis reksadana ini investasi dananya dibagi dan dialokasikan ke beberapa efek sekaligus seperti saham, obligasi dan pasar uang.

5. Cari Manajer Investasi Terpercaya dan Kredibel

Cara investasi reksadana untuk pemula selanjutnya adalah mencari dan memilih manajer investasi. Memilih manajer investasi adalah elemen penting saat memutuskan investasi reksadana. Karena manajer investasi ini yang nantinya akan mengelola dana investor dan menempatkan ke berbagai instrumen investasi. Oleh karena itu, perusahaan manajer investasi ini haruslah profesional, memiliki pengalaman, terpercaya dan memiliki kredibilitas.

Saat ini banyak tersedia perusahaan manajer investasi. Namun, pastikan manajer investasi yang anda pilih terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, pilih juga manajer investasi yang memiliki pengalaman dan rekam jejak manajer investasi yang kredibel. Jangan sampai dana anda dikelola oleh manajer investasi yang tidak memiliki riwayat kinerja investasi yang baik.

Demikian ulasan mengenai cara investasi reksadana untuk pemula. Semoga membantu anda saat hendak berinvestasi di reksadana!

Tagged With :

Leave a Comment