Pernahkah kamu menemukan saham yang kelihatannya sangat menarik, tetapi harganya sudah telanjur naik? Ini sering sekali terjadi, dan investor biasanya “pasrah” karena sudah “ketinggalan kereta”. Namun, sebenarnya tak ada salahnya membeli saham yang harganya sudah meningkat.
Secara teoritis, harga saham yang sudah mahal akan kesulitan meningkat lagi dan bahkan cenderung turun. Namun, realitanya justru berlawanan. Harga saham-saham yang benar-benar berkualitas tetap mampu meningkat terus menerus meski sudah naik sangat tinggi. Beberapa contohnya adalah saham bank BCA (BBCA), Telkom (TLKM), dan jamu Sidomuncul (SIDO).

Kendati demikian, calon investor sebaiknya jangan asal beli saham yang sudah mahal. Butuh trik tertentu agar kita tidak salah beli saham yang nantinya “nyangkut” pada titik harga yang tidak masuk akal. Berikut ini beberapa trik agar tepat beli saham yang harganya sudah naik:
- Pastikan saham tersebut benar-benar memiliki fundamental yang baik. Ciri-ciri saham yang cocok dihargai mahal ini antara lain penjualan meningkat dari tahun ke tahun, mampu memperoleh laba secara konsisten, serta memiliki rasio utang yang terkendali.
- Pastikan tren besar dalam pergerakan harga saham itu adalah uptrend (bullish). Salah satu tanda yang paling mencolok, grafik candlestick harga saham berada di atas garis Moving Average jangka panjang (MA 100 atau lebih tinggi).
- Beli saham saat pergerakan harga mengalami “bounce” dari garis Moving Average jangka pendek (MA20). Bounce di sini bermakna “pemantulan” yang terjadi ketika harga akan naik setelah menyentuh garis MA.
- Beli saham saat pergerakan harga mengalami “retracement” dari tren besarnya. Retracement merupakan penurunan harga sementara, biasanya mencapai satu atau dua support terakhir. Harga saham lazim memantul naik kembali setelah mencapai support, sehingga kita dapat menentukan harga beli sedikit di atas support tersebut.
- Beli saham saat terjadi akumulasi dalam jumlah besar. Perhatikan indikator volume perdagangan saham. Apabila terjadi lonjakan, maka menandakan bahwa momentum uptrend kemungkinan sedang menguat. Kita dapat mengonfirmasinya lebih lanjut dengan memeriksa data akumulasi bandar atau akumulasi asing melalui platform Stockbit atau platform trading sekuritas lain yang menyediakannya.
Kita bisa beli saham apa pun yang harganya sudah meningkat, dengan lima rambu-rambu di atas. Namun, tetap wajib berhati-hati agar jangan sampai bernafsu beli semata-mata lantaran FOMO (Fear of Missing Out).
Tagged With : analisa teknikal • saham