Apa Itu Karyawan Bumerang dan Manfaatnya Bagi Perusahaan?

Cerita-cerita tentang Great Resignation, alias gelombang pengunduran diri secara besar-besaran dari tempat kerja masing-masing ketika karyawan yang sebelumnya bekerja dari rumah dipanggil kembali untuk bekerja seperti biasa di kantor, telah menjadi headline di negara-negara besar seperti Amerika Serikat pada bulan Oktober 2021. Ternyata di antara mereka, ada yang disebut karyawan bumerang. Apa itu karyawan bumerang dan bagaimana perusahaan menghadapinya?

Biro Statistik Amerika Serikat mencatat 4,2 juta karyawan yang berhenti dari pekerjaannya pada bulan Oktober 2021, diikuti rekor 4,4 juta pada bulan September, dan 4,3 juta pada bulan Agustus. Alasan berhenti bermacam-macam, mulai dari keinginan karyawan untuk tetap bekerja dari rumah hingga aksi emosional yang memicu aksi berhenti secara tiba-tiba.

apa itu karyawan bumerang

Setelah Great Resignation, lalu gelombang seperti apa lagi yang terlihat di tempat kerja? Ada suatu prediksi yang cukup populer, meski headline-nya tidak sekuat gelombang Great Resignation sebelumnya. Para ahli mengatakan bahwa sebagian karyawan yang tadinya berhenti bisa jadi akan kembali dalam waktu dekat sebagai karyawan bumerang. Apa itu karyawan bumerang?

Apa Itu Karyawan Bumerang dan Karakteristiknya?

Seperti namanya, karyawan bumerang adalah pekerja yang meninggalkan perusahaan dan kemudian kembali. Alasan meninggalkan perusahaan bisa bermacam-macam, mulai dari mendapat pekerjaan baru yang sepertinya lebih baik hingga keinginan untuk istirahat karena lelah dan stress. Namun, tidak lama setelah keluar, banyak di antara mereka yang menyadari bahwa rumput tetangga ternyata tidak lebih hijau dibanding rumput di halaman sendiri.

Pekerjaan baru mereka mungkin dirasa kurang cocok. Atau, mereka sudah merasa cukup istirahat dan jeda, dan sudah siap untuk kembali bekerja. Seorang karyawan yang menyesal setelah meninggalkan perusahaan sebelumnya, dan kemudian melamar kembali untuk bekerja di sana dan diterima, maka merekalah yang disebut ‘bumerang.’ Lalu, bagaimana mengenali apa itu karyawan bumerang?

Karyawan bumerang bisa jadi berasal dari bidang apa saja atau dari level apa saja di perusahaan.  Mereka tidak sulit ditemukan, karena trend bumerang sebenarnya bukan sesuatu yang baru di lingkungan kerja. Jika prediksi para ahli tersebut benar, maka menerima kembali karyawan bumerang bisa menjadi bagian dari trend berikutnya di lingkungan kerja. Menurut Anthony Klotz, profesor manajemen di Texas A&M Univeristy mengatakan bahwa ia percaya bahwa gelombang karyawan bumerang baru akan berakhir hingga 5 tahun ke depan.

Apa Itu Karyawan Bumerang dan Nilainya Bagi Perusahaan?

Setelah mengetahui apa itu karyawan bumerang, maka berikutnya adalah mengetahui apa nilainya bagi perusahaan. Sejenak kita kesampingkan fakta ketatnya persaingan di pasar tenaga kerja. Manfaat seperti apa yang bisa didapat perusahaan jika menerima kembali karyawan bumerang?

  • Memahami perusahaan. Di satu sisi, karyawan bumerang mungkin membutuhkan sejenis pelatihan jika mereka sudah meninggalkan perusahaan selama beberapa bulan. Di sisi lain, mereka sudah paham bagaimana cara kerja perusahaan. Mereka sudah terbiasa dengan sistem, proses, konsumen, budaya kerja organisasi, maupun lingkungan kerja di perusahaan.
  • Keahlian dan pengetahuan baru. Seorang karyawan bumerang yang sudah pernah bekerja di perusahaan lain mungkin kembali dengan membawa keahlian dan pengetahuan baru. Karyawan yang ingin kembali ke perusahaan lamanya bisa menggunakan keahlian tersebut sebagai nilai tambah yang menguntungkan bagi perusahaan.

Di masa lalu, meninggalkan perusahaan dipandang sebagai tanda ketidaksetiaan, terutama jika karyawan tersebut sudah bekerja bertahun-tahun di perusahaan. Namun, waktu terus berubah. Adakalanya, keluar dari perusahaan (seperti yang terlihat setelah pandemi) dilakukan karena kebutuhan. Adakalanya mereka keluar baik-baik, dan masih meninggalkan kontak pada perusahaan, tetap terhubung pada platform jejaring kerja, seperti LinkedIn, dan sebagainya. Jika yang keluar adalah karyawan yang berbakat, dan mereka ingin kembali, maka perusahaan bisa mempertimbangkannya kembali.

Karyawan Bumerang: Perlukah Diterima Kembali?

Perusahaan harus mempertimbangkan dengan matang apakah karyawan bumerang tersebut akan diterima kembali atau tidak. Salah satu faktor kunci untuk menerima mereka kembali adalah hubungan antara perusahaan dengan karyawan. Kedua belah pihak harus mempertimbangkan sifat hubungan mereka bersama. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat menggiring perusahaan dalam mengambil keputusan:

  • Apakah karyawan tersebut sebelumnya produktif dalam pekerjaannya?
  • Apakah peran mereka cukup menantang bagi mereka?
  • Apakah anda percaya mereka bisa datang tepat waktu, hadir rapat, memenuhi deadline, dan bekerja sama dengan orang lain?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dapat memandu pihak manajemen saat mempertimbangkan apakah akan menerima karyawan bumerang tersebut kembali, atau tidak. Apa itu karyawan bumerang bukanlah suatu hal baru, namun trend keberadaannya memang meningkat setelah gelombang Great Resignation pasca-pandemi covid-19.

Adakalanya, pertimbangan yang tidak matang membuat karyawan memutuskan untuk keluar dari perusahaan, karena mereka lebih memilih mencari pekerjaan yang memungkinkan mereka bekerja dari rumah. Namun setelah dijalani, bisa jadi mereka menemukan fakta bahwa pekerjaan tersebut tidaklah benar-benar cocok.

Tagged With :

Leave a Comment