Harga Emas Tergelincir Akibat Kenaikan Yield Dan Data GDP AS

Harga emas turun di sesi perdagangan Jumat sore, bersiap menghadapi pekan terburuk dalam satu bulan. Kenaikan yield US Treasury sehubungan dengan penguatan data ekonomi Amerika Serikat, memudarkan daya tarik emas sabagai aset safe haven.

Harga emas spot turun 0.1 persen ke $1,770,41 per ounce pada pukul 06:26 GMT. Dalam satu pekan ini, harga emas sudah turun sebanyak 0.3 persen. Sementara itu, harga emas futures di Comex New York stabil di $1,769.00 per ounce.

xauusd

Data yang dirilis pada hari Kamis malam kemarin menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS berakselerasi di kuartal pertama walaupun lebih rendah daripada ekspektasi. Hal itu karena efek dari stimulus fiskal yang mendorong belanja konsumen.

Data GDP AS dalam basis kuartalan dilaporkan naik 6.4 persen. Meski lebih tinggi daripada kuartal sebelumnya di 4.3 persen, tetapi angka tersebut masih kurang dari eskpektasi 6.8 persen.

“Serangkaian data ekonomi AS yang menguat berturut-turut membebani harga emas,” kata Stephen Innes, analis dari SPI Asset Management. Innes menambahkan bahwa para investor cenderung mengambil untung di akhir bulan, setelah kenaikan yang cukup pada harga emas.

“Penguatan data domestik AS saat ini seharusnya akan mempengaruhi The Fed untuk memberikan sentimen yang lebih dovish dalam beberapa bulan ke depan.” kata tim analis UBS. Mereka mengekspektasikan bullion bisa jatuh di akhir tahun nanti ke kisaran $1,600 per ounce.

Namun demikian, dalam jangka panjang harga emas masih cukup tinmggi. Bullion pun melaju ke level tinggi bulanan pertamanya di tahun ini. “Emas masih mendapat banyak permintaan. Hanya saja saat ini tak tampak terlalu kuat karena aksi rebalancing di akhir bulan.” imbuh Innes.

Yield US Treasury 10-tahunan melayang di dekat level tertinggi dalam dua pekan. Hal ini membuat biaya Opprtunity Cost emas naik. Selain itu, kemarin The Fed memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga dan program pembelian obligasinya.

Leave a Comment