Dolar Kanada Menguat Pasca Pidato Gubernur Baru BoC

Gubernur Bank of Canada yang baru dilantik, Tiff Macklem, menyampaikan pidato pertamanya Senin malam ini. Ia mengatakan, pemulihan ekonomi Kanada dari dampak pandemi akan terus berprogres. Akan tetapi, tak dipungkiri prosesnya mungkin akan lama dan berliku-liku.

“Pemulihan kemungkinan akan lama dan berliku, dengan potensi kemunduran di sepanjang jalan,” ungkap Macklem.

Pimpinan tertinggi bank sentral yang menggantikan Stephen Poloz tersebut mengekspektasikan, suplai barang dan jasa akan naik kembali. Bahkan, lebih cepat dibandingkan permintaan dari konsumen yang masih memulihkan diri dari pandemi. Hal itu memang berpotensi menurunkan inflasi. Oleh sebab itu, suku bunga akan dijaga tetap rendah, tetapi tak akan di bawah nol.

Pemimpin baru BoC tersebut juga mengatakan bahwa pemerintah dan program pembelian obligasi yang dilancarkan bank sentral, akan efektif membantu ekonomi Kanada pulih dari pandemi. Hal itu akan disertai dengan inflasi yang kembali ke level 2 persen meskipun harus turun terlebih dahulu dalam waktu dekat ini.

“Target inflasi adalah rambu, yang kami gunakan sebagai petunjuk dalam membuat kebijakan,” kata Macklem dalam pidatonya. “Kebijakan yang lebih jauh, akan dikalibrasikan untuk menyediakan derajat kebutuhan akomodasi kebijakan moneter, yang merupakan syarat dalam mencapai target inflasi.”

Dolar Kanada Menguat

Dolar Kanada menguat merespon optimisme dalam pidato Gubernur BoC tersebut, serta karena melemahnya Dolar AS. Saat berita ini ditulis, USD/CAD turun lebih dari setengah persen ke angka 1.8526. Meski demikian level yang dicapai oleh Loonie hari ini masih berada di kisaran tinggi yang terbentuk pada tanggal 11 Juni.

usdcad

Dolar AS, sebagai rival Dolar Kanada, hari ini melemah meski masih dalam rentang tinggi tiga pekan. Pasalnya, para investor tengah mencari aset aman lain, di tengah ancaman pandemi babak dua sehubungan dengan meningkatnya infeksi virus Corona di Amerika. Selain itu, update data terbaru mengenai peningkatan infeksi Corona tak terlalu dikhawatirkan pasar, selama belum ada wacana lockdown kembali.

Leave a Comment