Saham PayPal Anjlok 12,3 Persen karena Investor Kecewa, Wall Street Melemah

Pada perdagangan, Kamis (3/8/2023), Wall Street ditutup kembali melemah. Hal ini lantaran investor mempertimbangkan kenaikan lain dalam imbal hasil Treasury dengan kumpulan data dan pendapatan ekonomi terbaru.

Mengutip Reuters, Jumat (4/8), indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 66,63 poin, atau 0,19 persen, menjadi 35.215,89. S&P 500 (.SPX) menyusut 11,5 poin atau 0,25 persen menjadi 4.501,89. Sementara, Nasdaq Composite (.IXIC) naik 11,77 poin atau 0,08 persen menjadi 13.9785,21.

Delapan dari sebelas sektor utama S&F 500 turun, dengan suku bunga lebih sensitif utilities (.SPLRCR) memimpin kerugian, masing-masing turun 2,3 persen dan 1,4 persen.

Untuk saham teknologi, saham Amazon.com (AMZN.O) melonjak ketika peritel online memperkirakan pendapatan kuartal ketiga di atas ekspektasi Wall Street, didorong oleh acara penjualan Prime Day di bulan Juli yang meningkatkan jumlah konsumen.

Sementara, saham Apple (AAPL.O) turun kurang dari 1 persen dalam perdagangan yang diperpanjang setelah perusahaan Steve Jobs ini melaporkan hasil kuartal yang di bawah perkiraan.

Saham perusahaan pembuat chip Qualcomm (QCOM.O) turun 8,2 persen. Hal ini menandakan terjadi kemerosotan yang berlangsung di pasar elektronik.

Saham PayPal Holdings (PYPL.O) anjlok 12,3 persen karena investor kecewa dengan margin operasi kuartalan perusahaan pembayaran.

Sementara itu, sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah penduduk Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran mengalami peningkatan minggu lalu. Sementara PHK turun ke level terendah setelah 11 bulan terakhir karena kondisi pasar tenaga kerja tetap ketat.

Investor saat sedang menunggu laporan pekerjaan Juli, yang akan dirilis hari ini, Jumat (4/8). Laporan lain menunjukkan, sektor jasa AS melambat pada bulan Juli, tetapi bisnis menghadapi harga input yang lebih tinggi karena permintaan terus meningkat.

Presiden Federal Reserve Richmond Thomas Barkin mengatakan inflasi AS tetap tinggi, meskipun pembacaan baru-baru ini menunjukkan tekanan harga berkurang.

Volume di bursa AS adalah 12,08 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,5 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

S&P 500 membukukan 14 tertinggi baru dalam 52 minggu dan 6 terendah baru; Nasdaq Composite mencatat 58 tertinggi baru dan 88 terendah baru.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Jumat (4/8). Pada perdagangan Rabu (3/8), IHSG ditutup menguat 43,567 poin atau 0,64 persen ke level 6.898,077.

Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang melihat IHSG berpotensi kembali uji resistance 6.950 di Jumat (4/8). Secara teknikal, potensi rebound diperkuat dengan terbentuknya golden cross pada Stochastic RSI bersamaan dengan rebound Kamis (3/8).

Penurunan rating obligasi global di AS oleh Fitch Ratings ke AA+ dari AAA memberikan dampak positif bagi saham-saham sektor keuangan di Indonesia. “Kondisi ini mengindikasikan potensi capital inflow ke pasar modal Indonesia, khususnya saham-saham keuangan,” kata Alrich, Jumat (4/8).

Faktor lain adalah penurunan rating tersebut berpotensi menambah tekanan bagi The Fed untuk mempercepat pelonggaran kebijakan moneter. Sementara itu, tim analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk wave v ke rentang 6.966-7.013.

“Namun, bila break support tersebut maka IHSG rawan melanjutkan koreksinya kembali ke rentang 6.793-6.820 untuk membentuk wave iv dari wave (a) dari wave [iii],” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

Berikut adalah rekomendasi saham dari MNC Sekuritas, yaitu ACES, BUMI, ITMG, dan UNTR.

  1. ACES – Buy on Weakness

Buy on Weakness: 645-675

Target Price: 740, 795

Stoploss: below 625

  1. BUMI – Buy on Weakness

Buy on Weakness: 128-132

 

Target Price: 140, 154

Stop loss: below 127

  1. ITMG – Buy on Weakness

Buy on Weakness: 26.675-26.975

Target Price: 28.900, 30.300

Stop loss: below 25.800

  1. UNTR – Buy on Weakness

Buy on Weakness: 25.450-26.300

Target Price: 28.525, 29.350

Stop loss: below 24.475

 

Leave a Comment