Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah jatuh lebih dari 13 persen selama dua minggu terakhir, ditutup pada 7137 dalam perdagangan hari Jumat tanggal 13 Maret 2026. Indeks LQ45 juga merosot lebih dari 12 persen dalam kurun waktu yang sama. Namun, penurunan ini justru membuka peluang untuk serok bawah beberapa saham berkualitas unggulan.

Berikut ini daftar 10 saham LQ45 yang undervalue. Harga sahamnya sedang turun, tetapi menawarkan potensi cuan menggiurkan dari dividen maupun potensi capital gain yang akan datang.
- Bank Mandiri (BMRI) – PBV 1,6X – ROE 19,16%
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) – PBV 1,7X – ROE 17,48%
- Sarana Menara Nusantara (TOWR) – PBV 1,1X – ROE 13,13%
- Indofood Sukses Makmur (INDF) – PBV 0,8X – ROE 11,05%
- Astra International (ASII) – PBV 1,1X – ROE 14,32%
- Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) – PBV 1,7X – ROE 12,25%
- Bank Negara Indonesia (BBNI) – PBV 0,9X – ROE 11,67%
- AKR Corporindo (AKRA) – PBV 2.2X – ROE 21,33%
- Ciputra Development (CTRA) – PBV 0,6X – ROE 10,73%
- Kalbe Farma (KLBF) – PBV 2,0X – ROE 15,21%
Rasio Price-to-book Value (PBV) membandingkan harga pasar saham saat ini dengan nilai intrinsik per lembar saham. Angka PBV sebesar 1 menandakan harga pasar saham dengan nilai intrinsiknya, sedangkan angka di bawah 1 menunjukkan harga saham saat ini benar-benar sedang murah. Angka di atas 1 juga bisa dianggap undervalue jika PBV historisnya jauh lebih tinggi dan/atau potensi gain lebih besar.
Data Return on Equity (ROE) menunjukkan imbal hasil terhadap ekuitas perseroan dalam satu tahun pelaporan keuangan sebelumnya. Investor umumnya menganggap ROE yang bagus semestinya berada di atas 15% secara konsisten selama minimal tiga tahun terakhir. Namun, angka di bawah 15% juga bisa dianggap menjanjikan jika sudah lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata ROE historisnya.
Daftar 10 saham LQ45 yang undervalue di atas disusun dengan menggabungkan pertimbangan PBV dan ROE untuk menemukan peluang paling seimbang. Semuanya juga tercatat membagikan dividen dengan jumlah yang cukup besar pada tahun 2025 lalu. Nah, apakah kamu tertarik untuk serok bawah mumpung harga masih murah dan belum masuk musim bagi-bagi dividen tahun 2026?
Tagged With : analisa fundamental • saham • saham lq45