Setelah Dirut BEI Iman Rachman memastikan adanya perusahaan konglomerasi yang bersiap untuk penawaran perdana, bursa saham hari ini (20/1/2026) semakin meriah dengan rumor saham IPO tahun 2026. Perusahaan atau konglo mana sajakah itu?

Pada awal tahun ini, BEI memasang target sebanyak 50 perusahaan melangsungkan IPO pada tahun 2026. Sebanyak enam di antaranya tergolong berkapitalisasi besar (lighthouse company) dan berpotensi meraup dana jumbo dari penawaran perdana.
Pihak BEI belum menyebutkan nama-nama perusahaan yang dimaksud. Namun, sudah marak beredar rumor saham IPO tahun 2026 di kalangan investor.
Berikut ini sepuluh perusahaan yang diduga akan segera melantai di bursa, berikut konglomerasi yang terafiliasi.
- Bank Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
- PT Anugrah Neo Energy Materials (Neo Energy) – Titan Infra Energy Group (Handoko A. Tanuadji)
- Vidio – Grup Emtek
- Griya Idola – Grup Prajogo Pangestu
- PT Titan Infra Sejahtera (TIS) – Titan Group (Keluarga Kalla)
- PT INTAM – Grup Prajogo Pangestu
- Orang Tua Group
- Blu BCA – Grup Djarum
- Medco Power – Medco Group
- PT Panji Raya Alamindo – Grup RAJA (Happy Hapsoro)
Media massa melaporkan bahwa tiga diantaranya sudah masuk tahap pra-efektif, tiga lainnya pada tahap finalisasi, dan sisanya masih dalam tahap persiapan. Apabila semuanya berjalan lancar, dapat diperkirakan betapa hebohnya para penggemar saham IPO tahun 2026.
Prospek Bank Jakarta tak perlu dipertanyakan lagi sebagai BUMD yang telah mendominasi ibu kota sejak tahun 1961. Neo Energy merupakan pemasok bahan energi terbarukan yang sedang naik daun.
Vidio merupakan platform over-the-top (OTT) dengan perkembangan paling pesat di Indonesia, sehingga diperkirakan memiliki valuasi nyaris Rp15 triliun. Sementara itu, Griya Idola merupakan anak usaha Barito Pacific Group yang mengembangkan beragam proyek real estate berkonsep green living. Perusahaan-perusahaan lainnya juga menjanjikan.
Calon investor mungkin tidak perlu lama menunggu untuk mendulang cuan dari IPO saham incaran. BEI minggu lalu mengungkapkan ada tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham per 15 Januari 2026, atau dengan kata lain, sudah antre untuk melaksanakan IPO pada awal tahun ini. Diantaranya terdapat lima perusahaan beraset skala besar (lebih dari Rp250 miliar), satu perusahaan beraset skala menengah (Rp50 miliar – Rp250 miliar), dan satu perusahaan beraset skala kecil (kurang dari Rp50 miliar).
Tagged With : saham • saham ipo