Berdasarkan data pasar dan analisis dari berbagai sekuritas, berikut adalah penjelasan mendalam mengenai proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk perdagangan Senin, 19 Januari 2026:
Analisis Pergerakan dan Proyeksi IHSG
-
Pencapaian Rekor Tertinggi Baru IHSG menunjukkan performa yang sangat impresif dengan ditutup menguat 0,47% ke level 9.075,41 pada perdagangan sebelumnya. Angka ini mencatatkan sejarah baru sebagai level tertinggi (All-Time High) bagi bursa saham domestik. Penguatan ini memberikan sentimen positif bagi investor, meskipun pasar mulai menunjukkan tanda-tanda jenuh beli.
-
Prediksi Rentang Pergerakan (Support & Resistance) Berdasarkan analisis teknikal dari MNC Sekuritas, terdapat batasan-batasan krusial yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar:
-
Level Support: Berada di angka 8.956 dan 8.908. Jika IHSG terkoreksi menembus angka ini, maka tekanan jual diprediksi akan semakin kuat.
-
Level Resistance: Berada di area 9.077 dan 9.102. Penembusan level 9.102 akan membuka jalan bagi indeks untuk menuju target psikologis baru di angka 9.200.
-
-
Potensi Koreksi Jangka Pendek Meskipun tren utama masih menguat, analis memperingatkan munculnya tekanan jual. Secara teknis, target penguatan di 9.100 dianggap telah tercapai, sehingga ada potensi koreksi sehat di rentang 8.970 hingga 9.039. Koreksi ini sering kali dimanfaatkan oleh trader untuk melakukan aksi buy on weakness.
-
Analisis Gelombang (Elliott Wave) Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii]. Dalam teori Elliott Wave, ini mengindikasikan bahwa indeks berada di tahap akhir dari sebuah sub-gelombang penguatan, yang memvalidasi mengapa potensi koreksi jangka pendek mulai membayangi pergerakan pasar.
-
Sentimen Sektoral dan Makroekonomi
-
Sektor Pendukung: Saham-saham di sektor cyclical menjadi motor utama penggerak indeks menuju level tertinggi.
-
Sektor Tertekan: Sektor industrial justru mengalami tekanan akibat pelemahan nilai tukar Rupiah, yang meningkatkan biaya operasional dan impor bagi perusahaan manufaktur.
-
-
Fokus Investor pada Kebijakan Bank Indonesia Pasar tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20–21 Januari 2026. Konsensus memproyeksikan BI Rate akan tetap di level 4,75%. Keputusan ini diambil sebagai langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah yang masih fluktuatif serta merespons data pertumbuhan kredit Desember 2025 yang diprediksi melambat menjadi 7,6% (yoy).
-
Rekomendasi Saham Pilihan Analis merekomendasikan beberapa saham yang memiliki fundamental kuat atau momentum teknikal yang menarik untuk dicermati hari ini:
-
MNC Sekuritas: Menyarankan untuk memperhatikan saham CTRA, ITMG, RAJA, dan KLBF.
-
Phintraco Sekuritas: Merekomendasikan saham BFIN, ISAT, CDIA, MAPI, TLKM, dan SIDO.
-