Wall Street Ditutup Menguat Saat Pilpres AS Masih Berlangsung

Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (4/11). Adanya pemilihan presiden (pilpres) di Amerika Serikat juga turut mewarnai pergerakan saham.

Dikutip dari Reuters, Kamis (5/11), Dow Jones Industrial Average. DJI naik 367,63 poin, atau 1,34 persen menjadi 27.847,66, S&P 500 .SPX naik 74,28 poin, atau 2,20 persen menjadi 3.443,44 dan Nasdaq Composite .IXIC bertambah 430,21 poin, atau 3,85 persen menjadi 11.590,78.

Angka tersebut adalah persentase keuntungan harian terbesar untuk S&P 500 sejak 5 Juni dan untuk Nasdaq, sejak 14 April.

Baik Presiden Donald Trump dan capres dari Partai Demokrat Joe Biden masih menunggu untuk mencapai 270 suara Electoral College yang diperlukan agar menang dalam pilpres kali ini.

Biden unggul tipis di Wisconsin sementara tim kampanye Trump telah mengajukan gugatan untuk menghentikan penghitungan suara di negara bagian itu.

Sementara itu di market, indeks kesehatan S&P .SPXHC juga melonjak 4,45 persen dan ditutup pada rekor tertinggi. Sedangkan sektor teknologi informasi .SPLRCT juga ditutup menguat. Namun, di sisi lain para investor mengatakan mereka mengharapkan adanya resolusi cepat dan definitif dari presiden terpilih, yang akan membuka kesepakatan bagi paket stimulus untuk menghidupkan kembali ekonomi.

Indeks NYSE FANG + TM .NYFANG, yang mencakup saham inti FAANG seperti Apple AAPL.O dan Amazon .AMZNO juga melonjak 4,34 persen.

Saham kontraktor pertahanan Northrop Grumman NOC.N, Lockheed Martin LMT.N dan Raytheon RTX.N semuanya naik karena berkurangnya peluang pemotongan anggaran pertahanan. Dari sektor farmasi, saham Pfizer PFE.N, Merck & Co MRK.N dan Johnson & Johnson JNJ.N juga naik karena Kongres yang berpotensi terpecah kemungkinan besar akan melindungi industri dari reformasi besar-besaran. Indeks farmasi NYSE Arca .DRG melonjak 4,66 persen lebih tinggi.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,39 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,09 miliar saham.

 

Leave a Comment