Di Hari Pilpres AS, Wall Street Menguat Tajam

Ketiga indeks utama Wall Street menguat tajam pada penutupan perdagangan Selasa. Bursa saham AS ini meningkat di hari pemilihan presiden AS, karena investor berharap hasil pilpres akan diputuskan tanpa proses yang berkepanjangan dan kesepakatan stimulus fiskal semakin cepat.

Dikutip dari Reuters, Rabu (4/11), Dow Jones Industrial Average naik 554,98 poin atau 2,06 persen menjadi 27.480,03, indeks S&P 500 naik 58,92 poin atau 1,78 persen menjadi 3.369,16 dan Nasdaq menambahkan 202,96 poin atau 1,85 persen menjadi 11.160,57.

Kandidat Partai Demokrat Joe Biden unggul atas Partai Republik Donald Trump dalam jajak pendapat nasional. Hal ini meningkatkan ekspektasi untuk percepatan paket stimulus pascapemilihan, seperti janji Biden tentang belanja infrastruktur.

“Tampaknya jajak pendapat semakin mengerucut, pasar berpikir kita akan mendapatkan resolusi dengan cukup cepat,” kata Randy Frederick, wakil presiden perdagangan dan turunannya di Charles Schwab, Austin, Texas.

“Namun jika ada keengganan untuk menyerah dari pihak yang kalah, dan ini akhirnya berakhir di pengadilan, kondisi pasar akan bergejolak untuk sementara,” lanjutnya.

Pada saat Pemilu 2016, indeks saham berjangka AS anjlok karena terlihat jelas Trump dapat meraih kemenangan melawan kandidat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Namun tolok ukur pendapatan di S&P 500 sejak itu naik 55 persen, karena tarif pajak Trump yang lebih rendah meningkatkan laba perusahaan dan pembelian kembali saham.

Meski demikian, beberapa pengamat melihat suara di negara bagian AS akan diperebutkan dengan ketat, sehingga Trump diperkirakan dapat mengumpulkan 270 suara Electoral College yang dia butuhkan untuk tinggal di Gedung Putih selama empat tahun lagi.

Subindeks perbankan S&P melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari seminggu, sementara saham industri naik, dengan Caterpillar Inc naik 2,71 persen dan Honeywell International Inc naik 3,23 persen.

Volume di bursa AS adalah 8,92 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 9,02 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment