Indeks utama Wall Street, Dow dan S&P 500 ditutup menguat pada perdagangan Senin (2/11). Sementara Nasdaq membukukan kenaikan lebih tipis pada malam pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS). Dikutip dari Reuters, Selasa (3/11) investor kini tengah bersiap untuk kondisi yang diprediksi bisa membuat guncangan besar pada pasar dalam pekan ini.
Dow Jones Industrial Average. DJI naik 423,45 poin, atau 1,6 persen menjadi 26.925,05, S&P 500 .SPX naik 40,28 poin, atau 1,23 persen menjadi 3.310,24 dan Nasdaq Composite .IXIC bertambah 46,02 poin, atau 0,42 persen menjadi 10.957,61.
Minggu lalu ketiga indeks mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2020. Sedangkan pekan ini sebagian besar pelaku pasar mengharapkan volatilitas jangka pendek dan kemungkinan adanya perubahan kebijakan jangka panjang yang terkait dengan pajak, belanja pemerintah, perdagangan dan regulasi. Langkah jangka panjang akan bergantung pada apakah Presiden AS Donald Trump atau penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden memenangkan pemilihan Gedung Putih.
Investor bertaruh pada pemerintahan Biden, yang diharapkan memberikan stimulus fiskal besar-besaran dan mempromosikan energi hijau. Sebelumnya, pernyataan Biden sempat berhasil memicu reli pada saham di sektor tenaga surya, industri dan perusahaan kecil lainnya dalam beberapa pekan terakhir.
Di sisi lain, JP Morgan justru mendaftarkan beberapa investasinya yaitu Bank of America BAC.N, Wells Fargo WFC.N dan Citigroup C.N dalam ‘keranjang Trump’.
Indeks bank S&P .SPXBK bertambah 2,27 persen. Energi .SPNY, material .SPLRCM dan industrials .SPLRCI menikmati persentase kenaikan paling tajam di antara sektor-sektor S&P utama, naik lebih dari 2,7 persen.
Saham Clorox Co CLX.N melonjak 4,24 persen setelah perseroan melaporkan pertumbuhan penjualan kuartalan terkuat dalam lebih dari dua dekade dan meningkatkan perkiraan pendapatan setahun penuh.
Firma riset pasar Nielsen Holdings Plc NLSN.N naik 3,85 persen setelah perseroan berencana untuk menjual unit data barang konsumennya seharga USD 2,7 miliar ke perusahaan ekuitas swasta Advent International.
Tetapi indeks maskapai S&P .SPCOMAIR turun 1,44 persen sementara operator pelayaran Carnival Corp CCL.N, turun 1,17 persen dan Norwegian Cruise Line Holdings Ltd NCLH.N, turun 2,77 persen. Kondisi tersebut mencerminkan kekhawatiran atas lonjakan kasus COVID-19.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,01 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,1 miliar saham.