Islam mengatur berbagai aspek dalam kehidupan, mulai dari hal kecil sampai hal besar. Salah satu contohnya adalah pengelolaan keuangan dan manajemen di dalam rumah tangga.
Oleh sebab itu, seorang muslim ada baiknya memahami betul aturan-aturan yang ada terkait hal tersebut, mulai dari perencanaan, pencatatan, dan pelaksanaannya. Yuk, simak tips mengatur keuangan rumah tangga menurut Islam berikut ini!

1. Pembagian 1-1-1
Sistem pembagian 1-1-1 adalah formula yang dilakukan oleh Salman Al-Farisi, sahabat Rasulullah. Ia awalnya memiliki uang satu dirham untuk membeli anyaman. Anyaman tersebut ia pasarkan seharga tiga dirham, di mana satu dirham dipakai untuk modal penjualan selanjutnya, satu dirham untuk kebutuhan keluarga, dan satu dirham untuk sedekah.
Sistem ini bisa kita terapkan di kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan membagi penghasilan untuk sedekah, kebutuhan rumah tangga, dan sisanya untuk modal bisnis atau transportasi ke tempat kerja.
2. Sisihkan Penghasilan untuk Modal
Islam menganjurkan umatnya untuk berdagang demi mencari nafkah. Oleh sebab itu, kita bisa sisihkan sebagian penghasilan bekerja saat ini untuk menabung modal bisnis di masa depan. Atau, bisa juga dana tersebut dialokasikan ke investasi agar pemasukkan tidak hanya dari satu sumber.
3. Jangan Boros
Islam melarang umatnya untuk bersikap boros dan menghambur-hamburkan harta. Larangan tersebut bisa kita temukan dalam salah satu ayat Al-Quran yang berbunyi:
“dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” – QS. Al-Isra’: 26-27
Alasannya, sikap boros bisa mendorong karakter tidak berpuas diri dan selalu ingin lebih. Memelihara karakter seperti ini tidak baik karena bisa mengacaukan pengelolaan keuangan jangka panjang.
4. Buat Skala Prioritas
Buatlah skala prioritas terkait kebutuhan mana yang sebaiknya didahulukan. Misalnya alih-alih bepergian liburan ke luar negeri, prioritaskan dulu tabungan untuk pendidikan anak, atau biaya renovasi rumah.
Hal ini penting supaya uang yang kita miliki diprioritaskan dulu untuk kebutuhan paling penting. Kalau ada lebih, barulah kita menggunakannya untuk keperluan tersier seperti berlibur.
5. Hindari Utang, dan Lunasi Secepat Mungkin Kalau Ada
Dalam Islam, urusan utang-piutang menjadi urusan dunia dan akhirat. Jika ada utang yang belum kita lunasi sebelum meninggal dunia, dan orang yang kita utangi belum mengikhlaskan, tentunya akan dimintai pertanggungjawabannya.
Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari berutang. Gunakan utang untuk kebutuhan mendesak misalnya sekolah anak, atau ketika memulai usaha. Jangan sampai kita berutang untuk hal-hal konsumtif seperti membeli barang mewah.
6. Wajib Sedekah
Sebesar 2,5 persen harta umat Islam adalah hak orang lain. Oleh sebab itu, sedekah adalah hal yang wajib bagi muslim sehingga penting untuk menganggarkan budget sedekah dalam mengatur keuangan rumah tangga.
7. Siapkan Dana untuk Kejadian Gak Terduga
Sama seperti aturan umum dalam pengelolaan keuangan, umat Islam sangat dianjurkan untuk mengumpulkan dana darurat. Mengutip hadis H.R Bukhari, “Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.”
Dana ini akan sangat bermanfaat ketika kita dihadapkan pada keperluan mendesak, misalnya tiba-tiba terjadi kecelakaan atau jatuh sakit.
8. Buat Tujuan Keuangan
Tujuan adalah hal krusial dalam merencanakan sesuatu, termasuk mengatur keuangan rumah tangga. Buatlah tujuan finansial jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Keperluan jangka pendek maksudnya kebutuhan yang mendukung kehidupan berumah tangga, berupa pangan dan sandang.
Jangka menengah bisa berarti kebutuhan tahunan seperti perbaikan kendaraan, pembayaran pajak, dan sebagainya.
Sementara itu, kebutuhan jangka panjang maksudnya hal-hal yang berjumlah besar namun masih lama diperlukan, seperti dana pendidikan dan dana pensiun.
9. Istri Boleh Bantu Keuangan Suami
Dalam kondisi keuangan rumah tangga, mungkin saja suami belum sanggup untuk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga. Dalam hal ini, istri boleh saja membantu suami dengan bekerja atau berdagang. Konsep tersebut termasuk dalam implementasi prinsip saling tolong menolong dalam kebaikan menurut Islam (ta’awun ‘ala birri wat taqwa).
10. Pengeluaran dan Pendapatan Seimbang
Dalam Islam, istri tidak boleh membebani suami oleh pengeluaran yang tidak mampu dipenuhinya. Keluarga muslim juga dianjurkan menerapkan prinsip orientasi kebutuhan, yaitu hanya membeli apa saja yang dibutuhkan dan bermanfaat untuk menunjang kehidupan berumah tangga.
11. Mencatat Cashflow
Untuk mencapai tujuan finansial dengan baik, ada baiknya mencatat alur kas setiap harinya. Catatlah setiap transaksi yang terjadi di dalam keuangan rumah tangga, mulai dari pengeluaran primer, pengeluaran sekunder, modal bisnis, pendapatan, dan sebagainya.
Itulah 11 tips mengatur keuangan rumah tangga menurut Islam. Insya Allah jika diterapkan dengan seksama, keuangan rumah tangga kita akan lebih barokah dan bahagia.
Tagged With : islam • keuangan rumah tangga • Mengatur keuangan