Didorong Stimulus Fiskal AS hingga USD 1 Triliun, Wall Street Ditutup Bervariasi

Ketiga indeks utama Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (18/8). S&P dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi yang didorong oleh stimulus fiskal yang dilakukan Presiden Trump.

Dilansir Reuters, Rabu (19/8), Dow Jones Industrial Average turun 66,84 poin atau 0,24 persen menjadi 27.778,07, indeks S&P 500 naik 7,79 poin atau 0,23 persen menjadi 3.389,78, dan Nasdaq Composite bertambah 81,12 poin atau 0,73 persen menjadi 11.210,84.

Trump telah menandatangani stimulus tambahan sekitar USD 1 triliun untuk memperpanjang sejumlah insentif di tengah pandemi, salah satunya insentif tambahan untuk pengangguran sebanyak USD 300 per minggu.

Stimulus fiskal tersebut membuat investor semakin pede untuk kembali masuk ke pasar saham. Akibatnya, Wall Street kini dibanjiri uang tunai dan investor turut mencari keuntungan dalam ekuitas saham.

Amazon dan perusahaan teknologi lainnya menjadi saham yang memiliki pertumbuhan tertinggi di antara sektor lainnya, bahkan teknologi dinilai sebagai saham yang paling tepat diandalkan untuk mengatasi krisis.

Saham Amazon naik 4,1 persen, pendorong utama di S&P 500 dan Nasdaq.

Meski Wall Street menunjukkan kenaikan, namun analis masih mengkhawatirkan hal ini tak sepenuhnya mencerminkan kesehatan ekonomi. Sebab kinerja ritel seperti Home Depot dan Walmart pun kenaikannya terbatas.

“S&P 500 sangat mengesankan dan telah menciptakan banyak kekayaan, tapi saya tidak yakin itu mencerminkan kesehatan ekonomi secara keseluruhan,” kata Patrick Leary, kepala strategi pasar di Incapital.

Home Depot Inc melaporkan adanya kenaikan penjualan di kuartal II tahun ini, bahkan kenaikannya mencapai tingkat tertinggi dalam satu dekade. Namun sahamnya justru turun 1,1 persen menjadi USD 285, setelah analis memperingatkan bahwa penjualan yang meningkat signifikan itu merupakan puncaknya.

Sama seperti Home Depot, saham Walmart Inc merosot 0,9 persen, meskipun perusahaan ritel ini membukukan pertumbuhan penjualan terbesar di kuartal kedua tahun ini.

Sementara itu, pembangunan rumah di AS menunjukkan kenaikan 22,6 persen menjadi 1,49 juta unit di Juli 2020. Hal ini menjadi sinyal baik dalam pemulihan ekonomi dan menambah optimisme pasar.

Investor saat ini juga tengah menanti hasil pertemuan para gubernur Federal Reserve mengenai kebijakan bank sentral terkait ekonomi ke depan. The Fed sebelumnya telah memangkas suku bunga menjadi 0-0,25 persen demi meningkatkan bisnis di tengah pandemi. (*)

 

Leave a Comment