Wall Street Ditutup Menguat, Ditopang Kinerja Baik Apple, Facebook dan Amazon

Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (31/7). Dikutip dari Reuters, Senin (3/8), Nasdaq melonjak lebih dari 1 persen, didukung oleh pendapatan yang kuat dari beberapa perusahaan AS terbesar.

Sementara Dow dan S&P ditutup dengan kenaikan yang lebih kecil karena ketidakpastian terkait tahap lanjutan bantuan virus corona yang membuat kekhawatiran ekonomi.

Dow Jones Industrial Average naik 114,67 poin, atau 0,44 persen menjadi 26.428,32. Sementara S&P 500 naik 24,9 poin, atau 0,77 persen menjadi 3,271.12 dan Nasdaq Composite menambahkan 157,46 poin, atau 1,49 persen menjadi 10.745,28.

Saham Apple Inc. melonjak 10,5 persen, ditutup pada rekor USD 425,04 setelah laporan kinerja kuartalan dilaporkan membaik. Selain itu perseroan juga mengumumkan akan melakukan pemecahan saham (stock split) terhadap sahamnya dari 1 menjadi 4. Artinya setiap investor yang punya 1 saham Apple akan menerima tiga saham tambahan.

Sementara itu Amazon.com Inc. naik 3,7 persen setelah membukukan laba terbesarnya. Sedangkan Facebook melonjak 8,2 persen. Perusahaan induk Google, Alphabet Inc. turun 3,3 persen yang menjadi hambatan terbesar pada S&P 500 dan Nasdaq. Penurunan ini disebabkan karena perseroan membukukan penurunan penjualan triwulanan pertama dalam 16 tahun sebagai perusahaan publik.

“Hasilnya luar biasa, begitu kuat,” kata Tim Ghriskey, Kepala Strategi Investasi di Inverness Counsel di New York.

“Ini adalah perusahaan yang sangat menguntungkan dan mereka menghasilkan produk yang diinginkan orang,” tambahnya.

Keempat perusahaan tersebut termasuk lima besar dalam kapitalisasi pasar, mewakili sekitar 20 persen dari total S&P 500.

Keuntungan Apple mendorong perusahaan tersebut melampaui Saudi Aramco yang selama ini dikenal sebagai perusahaan publik paling bernilai di dunia, menurut data Refinitiv.

Sepanjang minggu lalu, S&P naik 1,73 persen, Dow turun 0,15 persen dan Nasdaq naik 3,69 persen. Sedangkan untuk bulan ini, S&P naik 5,52 persen, Dow naik 2,39 persen dan Nasdaq menguat 6,83 persen.

Saham energi adalah sektor dengan capaian terburuk di antara 11 sektor S&P utama setelah Chevron Corp melaporkan kerugian aset aset sebesar USD 8,3 miliar dan ExxonMobil Corp mencatat kerugian kuartal kedua berturut-turut.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,01 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,53 miliar saham.

 

Leave a Comment