Uji Coba Vaksin Corona Dinilai Potensial, Wall Street Menguat

Ketiga indeks Wall Street menguat pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Hasil uji coba vaksin COVID-19 yang dinilai potensial tersebut membantu kepercayaan investor untuk kembali masuk ke saham.

Berdasarkan laporan Reuters, Selasa (21/7), Dow Jones Industrial Average naik 8,92 poin atau 0,03 persen menjadi 26.680,87, indeks S&P 500 naik 27,11 poin atau 0,84 persen menjadi 3.251,84, dan Nasdaq Composite menambahkan 263,90 poin atau 2,51 persen menjadi 10.767,09.

Amazon.com Inc (AMZN.O) dan Microsoft Corp (MSFT.O) memberikan dorongan terbesar bagi Nasdaq dan S&P 500. Namun sektor industri yang menurun justru membatasi keuntungan Dow.

Angka kematian akibat virus corona di AS menembus 140.000 selama akhir pekan. Jumlah negara bagian yang terinfeksi pun bertambah menjadi 42 negara.

Sementara itu, uji vaksin dinilai menjanjikan. Obat dari AstraZenica (AZN.L), CanSino Biologics Inc (6185.HK), serta kemitraan antara Pfizer Inc (PFE.N) dan perusahaan biotek Jerman BioNTech (BNTX.O), dinilai aman diberikan kepada pasien COVID-19.

“Perkembangan pada COVID-19, positif atau negatif, telah menjadi pemicu risiko baru untuk pasar. Setahun yang lalu itu terkait perdagangan,” kata Joseph Sroka, kepala investasi NovaPoint, Atlanta.

“Dalam beberapa pekan ke depan, penilaian risiko akan terkait stimulus keuangan,” tambah Sroka.

Kongres AS pun masih mencari cara untuk mengurangi dampak pandemi COVID-19 terhadap ekonomi. Padahal tunjangan pengangguran bagi warga AS akan berakhir dua minggu lagi.

Musim pendapatan kuartal II terus berlanjut. Sebanyak 48 perusahaan dalam S&P 500 telah melaporkan kinerjanya, dengan 77,1 persennya di atas konsensus.

Secara agregat, analis memperkirakan laba kuartal II pada S&P 500 turun 43,2 persen secara tahunan.

Saham Halliburton Co (HAL.N) naik 2,5 persen, setelah perusahaan membukukan laba kuartalan yang dan arus kas yang lebih baik dari perkiraan, sebagai dampak dari pemangkasan biaya yang dilakukan perusahaan.

Noble Energy Inc (NBL.O) naik 5,4 persen di tengah berita bahwa Chevron Corp (CVX.N) setuju membeli produsen minyak dan gas itu sebesar USD 5 miliar. Sedangkan saham Chevron turun 2,2 persen.

Produsen mobil listrik, Tesla Inc (TSLA.O), naik 9,5 persen dan mencapai rekor penutupan tertinggi USD 1,643.

Saham International Business Machines Corp (IBM.N) naik lebih dari 5 persen dalam perdagangan pasca-pasar, setelah laba yang disesuaikan perusahaan berada di atas ekspektasi analis.

Volume perdagangan saham di Wall Street mencapai 9,96 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 11,31 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

 

Leave a Comment