Emas merupakan logam berharga yang seringkali dianggap sebagai aset investasi bernilai tinggi. Orang-orang bersedia membayar mahal untuk mendapatkan emas dalam bentuk batangan, koin, maupun perhiasan. Namun, tak sedikit pula yang bertanya-tanya, bisakah kita mendapatkan emas secara gratis?
Sehubungan dengan cara mendapatkan emas secara gratis, yang pertama kali terlintas tentu mengikuti kontes, undian, atau perlombaan berhadiah emas. Acara-acara semacam ini seringkali diadakan dalam rangka promo produk apa saja, mulai dari kosmetik hingga undian rekening bank. Jika beruntung, makan Anda bisa mendapatkan emas secara gratis.
Namun, bagaimana jika keberuntungan kita ternyata minimal dan tak bisa mendapatkan emas secara gratis dengan cara itu? Ada cara lain, yaitu: mencari emas dari limbah elektronik.
Asal tahu saja, berbagai perangkat elektronik yang kita gunakan sebenarnya mengandung emas. Mulai dari televisi, komputer, hingga ponsel. Sifat emas yang tidak mudah berkarat, membuatnya cocok dipakai pada bagian internal perangkat elektronika.

Jadi, jika Anda punya ponsel lama yang tak terpakai atau sampak elektronik apa saja, jangan buru-buru dibuang. Periksa dulu komponen-komponen yang kemungkinan mengandung emas.
Faktanya, setiap unit ponsel bisa mengandung sekitar 0.05-0.2 gram emas, karena digunakan pada kartu SIM, papan logic, dan komponen-komponen yang ada di balik layar LCD. Lebih lanjut, pada setiap satu ton papan sirkuit komputer, ada antara 200 hingga 250 gram emas.
Untuk memisahkan emas dari unsur lainnya pada pernak-pernik tersebut, hanya dibutuhkan keterampilan dan bahan kimia yang bisa diperoleh dimana-mana. Saking mudahnya, di luar negeri, aktivitas mencari emas daur ulang (Scrap Gold) bahkan sudah menjadi suatu profesi tersendiri, dan ada perusahaan-perusahaan yang secara khusus menggarapnya.
Nah, apakah Anda berminat untuk mendapatkan emas secara gratis dengan cara ini juga? Tunggu dulu. Anda harus mencari tahu keterampilan yang dibutuhkan dan bahan-bahan kimia terkait.
Meskipun menurut orang-orang yang berkecimpung di dalamnya itu mudah, tetapi realitanya bahan kimia itu berisiko tinggi. Di Indonesia, harganya juga cukup mahal dan kemungkinan malah lebih tinggi biaya ketimbang jumlah emas yang akan Anda dapatkan, jika Anda hanya berniat iseng mencoba daur ulang emas saja.
Tagged With : emas • investasi modal kecil • logam mulia