5 Data Tenaga Kerja AS yang Perlu Diperhatikan Trader Forex

Apabila ditanya tentang data ekonomi apa yang berdampak besar, maka mayoritas trader forex hanya mengenal data Non-farm Payroll (NFP) saja. Padahal, laporan tenaga kerja AS yang penting bagi fundamental ekonomi AS dan nilai tukar Dolar AS bukan hanya NFP. Terdapat sedikitnya 5 data tenaga kerja lain yang patut diperhatikan, walaupun dampaknya relatif lebih rendah dibandingkan NFP. Data apa sajakah itu?

1. Initial Jobless Claims

Data ini merangkum jumlah klaim untuk mendapatkan tunjangan pengangguran yang terkumpul setiap pekan. Data berdampak kecil, karena dilaporkan setiap minggu dan perubahannya seringkali tak terlalu signifikan. Namun, apabila ada kejutan besar dalam data ini, maka pergerakan Dolar AS juga bisa terpengaruh. Peningkatan jumlah klaim biasanya cenderung buruk bagi Dolar AS, sedangkan penurunan jumlah klaim merupakan kabar baik.

Agen Penjual Reksa Dana Di Indonesia

2. ADP Non-farm Employment Change

Data ini dirangkum oleh ADP, perusahaan pengelola payroll terbesar di Amerika Serikat. Isinya memuat pertambahan tenaga kerja yang masuk dalam payroll di perusahaan-perusahaan pengguna jasa ADP. Sejumlah kalangan menganggap data ADP cukup akurat untuk memprediksi data NFP, walaupun ada perbedaan nominal dan metodologi penghimpunan data. Peningkatan jumlah data ADP berdampak positif bagi Dolar AS, sedangkan penurunannya akan berdampak buruk.

3. ISM Non-manufacturing PMI (Employment)

Survei Purchasing Managers’ Index (PMI) mencakup beberapa aspek dalam bisnis non-manufaktur, seperti pesanan baru (new order) dan ketenagakerjaan (employment). Hasilnya dikompilasikan dalam bentuk indeks. Angka indeks di atas 50 menandakan ekspansi, sedangkan angka indeks di bawah 50 menandakan kondisi kontraksi (perlambatan). Apabila indeks untuk komponen ketenagakerjaan terus menerus berada di bawah ambang 50, artinya perusahaan-perusahaan enggan merekrut karyawan dan malah cenderung melakukan PHK.

4. JOLTs Job Openings

Data ini bersumber dari survei yang dilakukan oleh USD Bureau of Labor Statistics mengenai lowongan kerja yang dibuka oleh perusahaan-perusahaan AS. Hasilnya mencakup seberapa besar niat perusahaan-perusahaan untuk membuka lowongan baru, merekrut, dan memecat karyawan. Kenaikan data merupakan kabar positif bagi Dolar AS.

5. Non-farm Payroll

Trader mana yang tak pernah mendengar data Non-farm Payroll!? Laporan yang dirilis pada hari Jumat pertama setiap bulan ini sebenarnya tak hanya memuat data NFP, melainkan juga Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, Tingkat Pengangguran, dan Average Hourly Earnings. Inilah sebabnya mengapa data secara kumulatif membawa dampak paling besar di pasar forex.

Kenaikan data NFP umumnya berdampak positif bagi Dolar AS. Namun, skenario itu bisa batal terjadi jika data lain yang menyertainya cenderung mengecewakan. Contohnya kenaikan data rata-rata pendapatan per-jam menandakan adanya dorongan bagi laju inflasi dan positif bagi Dolar AS. Minimnya kenaikan pendapatan tentu akan buruk bagi Dolar AS, walaupun NFP menunjukkan kinerja yang baik.

Tagged With :

Leave a Comment