Dalam perdagangan minyak mentah internasional, dikenal harga acuan Brent dan WTI (West Texas Intermediate). Namun, bagaimana dengan harga emas di pasar internasional? Investor Indonesia umumnya hanya mengenal harga emas Antam saja sebagai referensi. Padahal, ada pula acuan harga emas dunia yang sebenarnya cukup penting untuk diketahui.

Acuan harga emas dunia yang dikutip dalam berita-berita keuangan biasanya bersumber dari dua data berbeda. Pertama, data harga LBMA yang menjadi benchmark untuk emas bullion (batangan dan koin). Kedua, data harga emas di bursa COMEX New York untuk transaksi di pasar berjangka.
Kedua acuan harga emas dunia ini bisa menunjuk nominal berbeda pada saat yang sama. Sebagai contoh, saat ini harga emas futures di COMEX New York berada pada USD1517.1 per ounce. Namun, harga emas LBMA dipatok pada USD1502.1 per ounce. Nominal kedua harga emas dunia ini berbeda karena proses pembentukannya juga berbeda.
Pembentukan harga emas LBMA dikenal dengan istilah London Gold Fixing (Gold Fix) yang telah berlangsung sejak tahun 1919. Penentuan harganya dilakukan melalui kesepakatan dua kali sehari setiap hari kerja di pasar bullion London. Penentuan tersebut awalnya ditujukan untuk menentukan nilai kontrak antar anggota LBMA (London Bullion Market Association), tetapi kemudian dikenal sebagai harga acuan bagi mayoritas produk emas dan derivatif-nya di seluruh dunia.
Saat ini, Gold Fix melibatkan beberapa bank multinasional sebagai partisipan utama, antara lain: Barclays, Bank of China, Bank of Communications, Goldman Sachs, HSBC Bank USA, JPMorgan Chase, Morgan Stanley, Société Générale, Standard Chartered, ScotiaMocatta (Scotiabank), Toronto-Dominion Bank, dan UBS. Mereka akan menentukan Gold Fix dalam mata uang USD, GBP, dan EUR setiap hari kerja pukul 10:30 PM dan 3:00 PM (Waktu London).
Secara tidak langsung, harga emas futures di bursa COMEX New York dipengaruhi oleh London Gold Fix. Namun, harga emas bersifat lebih dinamis, karena tidak menempuh proses fixing dan terus menerus mengalami perubahan selama pasar New York dibuka. Harganya dipengaruhi pula oleh tingkah spekulan dan ekspektasi pelaku pasar untuk harga emas di masa depan. Perlu diperhatikan, harga emas futures merupakan harga yang dikenakan untuk pengiriman emas suatu waktu di masa depan, bukan untuk saat ini.
Fluktuasi harga emas Antam sebenarnya dipengaruhi pula oleh harga emas LBMA. Namun, konversi harga tidak akan sama persis, karena harga emas batangan yang berlaku di Indonesia telah ditambah pula dengan jeda waktu pengiriman, biaya produksi, desain, pajak, dan lain sebagainya. Tren minat beli dan minat jual pasar Indonesia juga dapat memengaruhi fluktuasi harga emas Antam.
Tagged With : harga emas • investasi emas