Proyeksi Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026, memperlihatkan kecenderungan tekanan koreksi dengan sentimen pasar yang bervariasi (mixed) dan penuh kehati-hatian (cautious).
-
Performa dan Proyeksi Teknis IHSG
-
Kinerja Sebelumnya: Pada perdagangan Rabu (7/10), IHSG ditutup melemah sebesar 46,2 poin atau turun 0,74% menuju level 6.146,72.
-
Prediksi Mirae Asset Sekuritas: Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, memperkirakan IHSG berpotensi bergerak melemah dan menguji rentang support di level 6.016 hingga 5.973.
-
Proyeksi MNC Sekuritas: MNC Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG cenderung bervariasi. Jika melanjutkan pelemahan, area koreksi terdekat diprediksi berada pada kisaran 6.118-6.141. Sebaliknya, jika mengalami penguatan (Skenario Label Merah), IHSG berpeluang menguji area resistance 6.342-6.430 sekaligus menguji cluster rata-rata pergerakan Moving Average 20 (MA20) dan Moving Average 60 (MA60).
-
-
Sentimen dan Faktor Global
-
Risalah FOMC yang Hawkish: Investor global menyoroti hasil risalah rapat The Fed (FOMC) bulan September yang cenderung hawkish. Mayoritas pembuat kebijakan menilai masih diperlukannya satu kali kenaikan Fed Funds Rate hingga akhir tahun ini, sehingga menekan aset-aset berisiko di pasar berkembang.
-
Kenaikan Yield US Treasury: Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Yield Treasury 10 Tahun) tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,34% ke level 5,286%.
-
Lonjakan Harga Minyak Mentah: Harga minyak mentah jenis Brent menguat 0,33% dan bertahan pada tingkat tinggi di posisi USD 101,29 per barel.
-
Ancaman Inflasi Global: Kombinasi tingginya yield obligasi dan tingginya harga energi memicu potensi bertahannya tekanan inflasi global, yang pada akhirnya membatasi ruang bagi bank sentral dunia untuk melonggarkan kebijakan moneter.
-
-
Sentimen dan Katalis Domestik
-
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah: Nilai tukar rupiah sempat mengalami penguatan tipis 0,07% ke tingkat Rp17.887 per dolar AS pada Rabu (7/10). Namun, penguatan dolar AS secara global serta tingginya yield Treasury tetap menjadi ancaman serius bagi stabilitas rupiah.
-
Arus Dana Asing (Foreign Flow): Pergerakan dana asing masih menjadi indikator krusial yang menentukan arah IHSG.
-
Keputusan FTSE Russell: Keputusan FTSE Russell untuk mempertahankan posisi Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market (dan tidak memasukkannya ke dalam daftar pantauan/watchlist) memberikan angin segar bagi stabilitas pasar modal domestik, meskipun belum cukup kuat untuk memicu pembalikan arus modal asing secara masif.
-
-
Rekomendasi Saham Pilihan Perusahaan Sekuritas
-
Mirae Asset Sekuritas Indonesia: Mengerekomendasikan tiga saham pilihan, yaitu AMMN, RAJA, dan TLKM.
-
MNC Sekuritas: Mengerekomendasikan empat saham pilihan, yaitu BIPI, DEWA, HRTA, dan TLKM.
-