Berikut adalah rangkuman terperinci mengenai penutupan pasar saham Wall Street dan kondisi ekonomi Amerika Serikat berdasarkan data perdagangan hari Rabu (30/9):
-
Pergerakan Indeks Saham Utama Wall Street:
-
Dow Jones Industrial Average mengalami koreksi sebesar 443,87 poin atau turun 0,86 persen ke level 50.906,05, sekaligus mematahkan tren positif yang sebelumnya bertahan selama lima bulan berturut-turut.
-
S&P 500 melemah 19,30 poin atau 0,25 persen ke posisi 7.651,54, mencatatkan penurunan bulanan ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir meski secara kuartal masih membukukan kenaikan untuk kuartal kedua beruntun.
-
Nasdaq Composite menjadi satu-satunya indeks utama yang menguat, naik 63,52 poin atau 0,24 persen menjadi 26.861,06, mencatatkan kenaikan bulanan kedua berturut-turut dan tren positif kuartalan yang konsisten.
-
-
Kinerja Sektor dan Saham Unggulan:
-
Sektor teknologi di dalam S&P 500 menjadi sektor dengan performa terbaik berkat kenaikan 0,6 persen, didorong oleh saham-saham kapitalisasi besar seperti Microsoft, Apple, dan Nvidia.
-
Sebagian besar sektor lain berada di zona merah, dibuktikan dengan sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 yang ditutup melemah.
-
Saham individual mencatat dinamika beragam, di mana Hewlett Packard Enterprise naik 3,9 persen pasca menaikkan proyeksi pendapatan dan kesepakatan bisnis server AI, sementara Moderna merosot 5,3 persen akibat penurunan peringkat dari Citigroup.
-
-
Data Inflasi dan Kebijakan Moneter The Fed:
-
Departemen Perdagangan AS melaporkan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 3,4 persen secara tahunan pada Agustus, angka yang lebih rendah dari proyeksi ekonom sebesar 3,7 persen.
-
Data inflasi yang melunak tersebut meredakan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga, di mana peluang kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin pada pertemuan Oktober turun tajam menjadi sekitar 37 persen menurut CME FedWatch Tool.
-
Gubernur The Fed Lisa Cook menegaskan komitmennya untuk menurunkan tingkat inflasi tanpa merusak stabilitas pasar tenaga kerja.
-
-
Pertumbuhan Ekonomi, Ketenagakerjaan, dan Risiko Eksternal:
-
Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal II direvisi naik menjadi pertumbuhan tahunan 2,2 persen yang ditopang oleh solidnya belanja konsumen, investasi, dan proyek pembangunan infrastruktur AI.
-
Laporan ADP menunjukkan penambahan 90.000 lapangan kerja swasta pada September, dengan pasar kini menantikan laporan ketenagakerjaan resmi pemerintah berikutnya.
-
Pasar dibayangi oleh sentimen negatif menjelang penutupan akibat kenaikan harga minyak mentah dari konflik AS-Iran dan tingginya biaya bahan bakar diesel yang memicu kembali kekhawatiran inflasi.
-
Kenaikan imbal hasil obligasi (US Treasury), khususnya tenor 2 tahun yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga, merefleksikan kehati-hatian investor terhadap dampak suku bunga tinggi yang bertahan lama terhadap ketersediaan kredit dan profitabilitas perusahaan.
-