Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beserta analisis teknikal, sentimen global dan domestik, serta rekomendasi saham pilihan berdasarkan data perdagangan hari Rabu, 30 September 2026:
-
Pergerakan dan Proyeksi IHSG Terkini
-
Pada perdagangan hari Rabu, 30 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak bervariasi dengan potensi tekanan melemah pada rentang level 6.016 sampai 5.851.
-
Proyeksi ini mengikuti tren sehari sebelumnya pada Selasa, 29 September 2026, di mana IHSG mengalami koreksi sebesar 26,16 poin atau melemah 0,43 persen ke posisi level 6.121.
-
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan tekanan pelemahan berada di kisaran 6.016–5.851, sedangkan MNC Sekuritas memperkirakan rentang pergerakan yang lebih bervariasi antara level 6.152 sampai 6.196 untuk potensi penguatan, serta kisaran 5.850 hingga 5.946 untuk potensi koreksi lanjutan yang perlu diwaspadai oleh para pelaku pasar.
-
-
Analisis Teknikal Pasar
-
Berdasarkan pandangan Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, indikator Stochastics K_D saat ini menunjukkan adanya sinyal negatif bagi pergerakan indeks.
-
Meskipun demikian, indikator Relative Strength Index (RSI) terpantau sudah berada pada kondisi sangat jenuh jual atau extremely oversold, yang diiringi dengan adanya peningkatan volume penguatan transaksi di pasar.
-
Dari sisi peluang jangka pendek, MNC Sekuritas mencatat bahwa masih terdapat ruang bagi indeks untuk menguji level penguatan di kisaran 6.152 hingga 6.196, namun investor tetap diingatkan agar tetap waspada terhadap potensi koreksi lanjutan yang menguji level 5.850 sampai 5.946.
-
-
Sentimen Global dan Meredanya Konflik Geopolitik
-
Pergerakan pasar global turut memberikan pengaruh signifikan setelah sentimen sedikit berbalik positif berkat laporan bahwa pihak Gedung Putih terbuka untuk mempertimbangkan peninjauan kembali sanksi terhadap Iran.
-
Langkah diplomasi tersebut dinilai efektif dalam meredakan tensi konflik geopolitik di kawasan tersebut, yang pada akhirnya langsung meredam lonjakan harga minyak bumi dunia dan memberikan ruang napas bagi pergerakan pasar ekuitas global maupun domestik.
-
Data penutupan perdagangan 29 September 2026 menunjukkan harga minyak mentah jenis crude oil WTI turun sebesar 3,95 persen ke level USD 88,95 per barel, sementara harga minyak brent oil terkoreksi 1,99 persen ke level USD 95,88 per barel.
-
-
Sentimen Domestik dan APBN 2027
-
Dari kancah domestik, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi baru saja menetapkan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 menjadi Undang-Undang APBN pada Selasa, 29 September 2026.
-
Berdasarkan ketetapan tersebut, defisit fiskal disepakati tetap terjaga pada tingkat yang aman di kisaran 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang bernilai setara dengan Rp 671,16 triliun.
-
Selain itu, target pendapatan negara juga disesuaikan naik menjadi sebesar Rp 3.435,1 triliun guna menopang berbagai agenda pembangunan ekonomi nasional ke depan.
-
-
Rekomendasi Saham Pilihan Sekuritas
-
Menghadapi dinamika pasar pada Rabu, 30 September 2026, Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi sejumlah saham pilihan bagi para investor untuk dicermati, yang meliputi emiten EMAS, ISAT, dan TPIA.
-
Di sisi lain, MNC Sekuritas juga merilis daftar saham rekomendasi tandingan yang mencakup emiten perbankan dan industri besar seperti BBCA, ICBP, MBMA, serta UNTR.
-
Seluruh sajian informasi pasar ini bersifat edukatif dan informatif semata, di mana keputusan investasi sepenuhnya dikembalikan kepada pertimbangan objektif pembaca, serta bukan merupakan bentuk ajakan atau paksaan untuk membeli, menahan, maupun menjual instrumen produk investasi tertentu.
-