-
Penutupan Pasar Saham AS (Wall Street)
-
Pasar saham utama Amerika Serikat atau Wall Street mengakhiri perdagangan pada hari Rabu (16/9) di zona merah dengan penutupan yang melemah secara keseluruhan.
-
Penurunan nilai indeks utama ini didorong oleh keputusan penting dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang secara resmi menaikkan suku bunga acuannya. Kenaikan ini menjadi langkah pertama kalinya dalam kurun waktu lebih dari tiga tahun terakhir.
-
-
Rincian Pergerakan Tiga Indeks Utama
-
Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) mencatatkan penurunan paling signifikan, yaitu terkoreksi sebesar 631,33 poin atau setara 1,21 persen hingga berakhir pada level 51.461,78.
-
Indeks S&P 500 (.SPX) melemah sebesar 33,59 poin atau turun 0,44 persen untuk menempati posisi 7.552,14 pada penutupan perdagangan.
-
Indeks Nasdaq Composite (.IXIC) mengalami penurunan paling tipis, yaitu berkurang 3,15 poin atau sekitar 0,01 persen dan ditutup pada level 25.978,43.
-
Ketiga indeks saham utama AS sebenarnya sempat mencatatkan penguatan pada sesi perdagangan sebelum pengumuman resmi dari The Fed dikeluarkan.
-
-
Kebijakan Moneter dan Sikap Federal Reserve
-
Pengambil keputusan di The Fed menyetujui pengetatan suku bunga acuan tersebut secara bulat tanpa adanya perbedaan pendapat di dalam jajaran direksi.
-
Bank sentral AS mengindikasikan bahwa langkah pengetatan kebijakan moneter dapat terus berlanjut dalam waktu dekat guna mempercepat laju penurunan tingkat inflasi.
-
Menurut Chief Market Strategist Carson Group, Ryan Detrick, keputusan naik kelasnya suku bunga ini sudah diperkirakan secara luas oleh para pelaku pasar keuangan.
-
Ryan Detrick juga menambahkan bahwa The Fed menunjukkan solidaritas penuh dalam upaya menekan laju inflasi yang telah berada di atas target sasaran 2 persen selama lima tahun berturut-turut.
-
-
Dampak Sektor Energi dan Pergerakan Harga Minyak
-
Pergerakan harga saham di Wall Street turut terpengaruh oleh krisis geopolitik di Timur Tengah serta fluktuasi harga minyak mentah dunia.
-
Harga minyak mentah dunia merosot setelah muncul laporan bahwa Arab Saudi bersedia memberikan pasokan kargo minyak mentah tambahan melalui Oman, yang berhasil meredakan kekhawatiran pasar atas potensi gangguan distribusi.
-
Harga minyak mentah AS tipe West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak terdekat ditutup terkoreksi sebesar 3,2 persen.
-
Harga minyak mentah jenis Brent turut melemah sebesar 2,7 persen pada sesi penutupan perdagangan.
-
Sektor energi pada indeks S&P 500 menjadi sektor dengan penurunan terdalam dibanding sektor lainnya, yaitu merosot hingga 3 persen.
-
Penurunan harga saham di sektor energi melanda sejumlah emiten besar, seperti Chevron yang turun 2,9 persen, Exxon Mobil yang melemah 3,5 persen, serta Devon Energy dan ConocoPhillips yang masing-masing terkoreksi lebih dari 5 persen.
-
-
Dinamika Sektor Teknologi dan Saham Individual
-
Sektor teknologi berhasil mencatatkan diri sebagai sektor dengan kinerja paling unggul di antara 11 sektor utama pada indeks S&P 500.
-
Pemulihan pada saham-saham industri semikonduktor menopang indeks Nasdaq yang banyak dihuni perusahaan teknologi, ditandai dengan kenaikan indeks saham semikonduktor (.SOX) sebesar 0,6 persen.
-
Saham Intel melonjak pesat sebesar 4 persen menyusul kabar keterlibatan diskusi kerja sama manufaktur chip memori di AS bersama produsen asal Korea Selatan, SK Hynix.
-
Saham SK Hynix yang diperdagangkan di bursa AS turut menguat sebesar 0,6 persen.
-
Di sisi lain, saham Boeing mengalami penurunan sebesar 3,7 persen setelah CEO Kelly Ortberg menyampaikan bahwa proses stabilisasi target produksi pesawat 737 MAX menjadi 47 unit per bulan memerlukan durasi waktu yang lebih panjang dari perkiraan awal.
-