IHSG Hari Ini Berpotensi Sideways di 5.700–5.900 Setelah Anjlok 1,28%

Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai proyeksi, analisis teknikal, serta sentimen pasar yang memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk perdagangan hari Selasa, 30 Juni 2026:

Proyeksi Pergerakan dan Analisis Teknikal IHSG

  • Kinerja Pasar Sebelumnya: Pada perdagangan hari Senin (29/6), IHSG mencatatkan penurunan yang cukup signifikan sebesar 1,28 persen, yang membawa indeks parkir ke level 5.820,79. Penutupan ini didominasi oleh tekanan jual yang kuat di sepanjang sesi perdagangan.

  • Tren Jangka Pendek: Berdasarkan analisis dari Phintraco Sekuritas, posisi IHSG saat ini kembali bergerak di bawah garis Moving Average 5 (MA5) dan Moving Average 20 (MA20). Kondisi ini secara teknikal mengonfirmasi bahwa tren pergerakan indeks dalam jangka pendek masih berada dalam fase yang lemah (bearish).

  • Indikator Momentum Teknikal: Indikator MACD menunjukkan bahwa histogram positif saat ini terus mengalami penyempitan, yang menandakan hilangnya momentum dorongan beli. Sementara itu, indikator Stochastic RSI terpantau bergerak turun setelah keluar dari area jenuh beli (overbought), memperkuat adanya potensi koreksi lanjutan.

  • Perkiraan Rentang Konsolidasi: Akibat minimnya katalis positif baru, IHSG diprediksi akan bergerak secara mendatar (sideways) dengan pergerakan yang cenderung terbatas. Rentang pergerakan indeks hari ini diperkirakan akan tertahan di dalam kisaran support dan resistance antara level 5.700 hingga 5.900.

  • Analisis Gelombang Elliot (Wave Analysis): Analis dari MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa posisi IHSG saat ini tengah berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. Struktur ini menunjukkan bahwa indeks masih sangat rawan untuk melanjutkan pelemahannya demi menguji rentang area koreksi di level 5.723–5.784. Namun, jika terjadi rebound minor, target penguatan jangka pendek akan menguji level 5.837–5.845.

Sentimen Domestik yang Memengaruhi Pasar

  • Sikap Kehati-hatian Investor: Pelaku pasar saat ini memilih untuk bersikap wait and see atau sangat berhati-hati. Hal ini dipicu oleh antisipasi dan penantian rilis data makroekonomi domestik terbaru yang akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

  • Usulan Tambahan Anggaran Belanja 2027: Badan Anggaran (Banggar) DPR berencana mengusulkan tambahan anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp984 triliun untuk tahun anggaran 2027 kepada Menteri Keuangan. Pasar menyoroti usulan ini karena jika disetujui, langkah tersebut dipastikan akan meningkatkan belanja negara secara masif serta berisiko memperlebar defisit APBN secara signifikan.

  • Rencana Pembentukan DKIN: Pemerintah berencana membentuk Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN) sebagai wadah koordinasi lintas kementerian. Kebijakan ini dinilai memiliki sisi positif untuk meningkatkan daya saing industri nasional secara jangka panjang jika diimplementasikan secara efektif.

  • Kekhawatiran Efisiensi Birokrasi: Di sisi lain, rencana pembentukan lembaga baru seperti DKIN justru menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan pasar. Institusi baru ini dinilai berpotensi tumpang tindih dan bertentangan dengan program prioritas pemerintah yang ingin melakukan penyederhanaan serta efisiensi birokrasi.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

  • Rekomendasi dari Phintraco Sekuritas: Untuk menghadapi potensi pasar yang bergerak sideways hari ini, pelaku pasar disarankan untuk mencermati pergerakan saham-saham pilihan seperti DSSA, HMSP, MTEL, ADRO, dan SUPA.

  • Rekomendasi dari MNC Sekuritas: Sementara itu, di tengah tekanan jual yang masih membayangi indeks, saham-saham yang direkomendasikan oleh MNC Sekuritas untuk masuk dalam radar pantauan investor adalah BRIS, IMPC, INDY, dan SUPA.

Leave a Comment