Bayang-Bayang Perang Timur Tengah, IHSG Diprediksi Terperosok ke Level 7.700

Berdasarkan laporan terbaru dari Phintraco Sekuritas per tanggal 4 Maret 2026, kondisi pasar modal Indonesia sedang menghadapi tekanan yang cukup signifikan. Berikut adalah analisis mendalam mengenai proyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta faktor-faktor fundamental dan teknikal yang mempengaruhinya:

Analisis Proyeksi IHSG dan Sentimen Pasar

  • Proyeksi Rentang Pergerakan Indeks: Phintraco Sekuritas memprediksi bahwa IHSG akan bergerak dengan volatilitas tinggi pada perdagangan hari ini. Fokus utama pasar berada pada level psikologis 8.000 (pivot). Jika tekanan jual terus berlanjut, indeks berpotensi merosot menuju level support 7.800, bahkan bisa menyentuh level 7.700. Sementara itu, area resistance kuat saat ini tertahan di level 8.100.

  • Dampak Eskalasi Geopolitik Global: Faktor utama yang memicu kepanikan investor adalah kekhawatiran terhadap perang antara Amerika Serikat/Israel melawan Iran yang diprediksi akan berlangsung lebih lama dari perkiraan semula. Ketidakpastian ini menciptakan sentimen negatif di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, karena investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman (safe haven).

  • Krisis Energi dan Jalur Logistik Selat Hormuz: Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menjadi ancaman serius bagi ekonomi global. Sebagai jalur vital, selat ini dilewati sekitar 13 juta barel per hari (bpd) minyak mentah pada tahun 2025, atau setara dengan 31% dari total aliran minyak melalui laut. Penutupan jalur ini memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang secara langsung dapat mengerek tingkat inflasi global.

  • Tekanan pada Sektor Pertambangan dan Energi: Selain faktor eksternal, sentimen domestik datang dari kebijakan Kementerian ESDM yang menetapkan target produksi bijih nikel tahun 2026 sebesar 209,08 juta ton. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rencana awal (RKAB) yang berada di kisaran 260–270 juta ton. Penurunan target produksi ini memberikan tekanan tambahan pada saham-saham sektor pertambangan nikel dan energi.

  • Tinjauan Teknikal IHSG: Secara teknikal, indikator menunjukkan tren pelemahan yang cukup valid:

    • IHSG telah menembus ke bawah (breaklow) level psikologis 8.000 dan garis MA200.

    • Indikator MACD mulai membentuk histogram negatif.

    • Indikator Stochastic RSI menunjukkan arah ke bawah di area pivot, yang mengonfirmasi bahwa potensi penurunan lanjutan masih sangat terbuka lebar.

  • Rekomendasi Saham Pilihan: Meski indeks sedang mengalami koreksi, Phintraco Sekuritas melihat adanya peluang cuan pada beberapa saham yang memiliki daya tahan atau momentum teknikal tertentu. Saham-saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan adalah:

    • JPFA (Japfa Comfeed Indonesia Tbk)

    • ISAT (Indosat Ooredoo Hutchison Tbk)

    • HUMI (Humpuss Maritim Internasional Tbk)

    • SIDO (Sido Muncul Tbk)

    • TAPG (Triputra Agro Persada Tbk)

Kesimpulannya, pasar saat ini berada dalam fase risk-off akibat kombinasi risiko geopolitik dan kekhawatiran inflasi akibat harga energi. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan level support kritis di 7.860 sebagai penentu arah pergerakan selanjutnya.

Leave a Comment