IHSG Hari Ini: Potensi Koreksi ke Level 8.850 di Tengah Sentimen Inflasi Global

Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk perdagangan hari Jumat, 23 Januari 2026, berdasarkan analisis teknikal dan sentimen global yang mempengaruhinya:

Ringkasan Pergerakan Pasar Terkini

  • Penutupan Sebelumnya: Pada perdagangan Kamis (22/1), IHSG mencatatkan performa negatif dengan pelemahan sebesar 18,146 poin atau sekitar 0,20%, yang membawa indeks parkir di level 8.992,183.

  • Sentimen Pembukaan: Untuk perdagangan hari Jumat (23/1), pasar diprediksi akan dibuka dengan kecenderungan melemah (bearish). Rentang pergerakan diperkirakan berada pada kisaran support kritis antara 8.850 hingga 8.950.

Analisis Teknikal Berdasarkan Pandangan Sekuritas

Para analis menggunakan indikator teknikal untuk memetakan arah gerak indeks sebagai berikut:

  • Analisis Phintraco Sekuritas:

    • Indikator Moving Average: IHSG saat ini terpantau masih tertahan di bawah garis MA5, yang mengindikasikan tekanan jual jangka pendek yang masih kuat.

    • Sinyal MACD: Terdeteksi adanya potensi pembentukan Death Cross pada indikator MACD. Sinyal ini biasanya menjadi penanda awal dari fase tren menurun (downtrend) yang lebih dalam.

    • Target Koreksi: Dengan kondisi teknikal tersebut, IHSG diprediksi akan menguji level psikologis baru di area 8.850-8.950.

  • Analisis MNC Sekuritas:

    • Teori Elliott Wave: Berdasarkan perhitungan gelombang, IHSG diyakini sedang berada di bagian dari wave [iv] dari wave 5. Posisi ini secara historis memang sangat rawan terhadap koreksi teknikal.

    • Skenario Pergerakan: Area koreksi terdekat dipatok pada level 8.988-8.956. Namun, terdapat peluang rebound tipis (penguatan) menuju area resistensi di 9.024-9.034 jika tekanan jual mereda.

Faktor Makroekonomi dan Sentimen Global

Investor saat ini bersikap cenderung berhati-hati (wait and see) karena adanya rilis data ekonomi penting dari mancanegara:

  • Data dari Asia (Jepang):

    • Inflasi: Pasar menanti rilis inflasi bulan Desember 2025 yang diproyeksikan melambat ke angka 2,7% (YoY) dari sebelumnya 2,9%.

    • Kebijakan Moneter: Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75%, sebuah kebijakan yang dipantau ketat untuk melihat arah aliran modal di kawasan Asia.

  • Data dari Eropa (Inggris):

    • Fokus tertuju pada rilis data Retail Sales serta indeks S&P Global Manufacturing dan Services PMI Flash yang menjadi indikator kesehatan ekonomi Inggris.

  • Data dari Amerika Serikat:

    • Investor mencermati indeks manufaktur dan jasa, serta rilis final Michigan Consumer Sentiment untuk bulan Januari 2026 yang akan menggambarkan tingkat kepercayaan konsumen di negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Rekomendasi Saham Pilihan

Meskipun indeks diprediksi melemah, terdapat beberapa saham yang dianggap menarik secara teknikal untuk diperhatikan:

  • Rekomendasi Phintraco Sekuritas:

    • ISAT (Indosat Ooredoo Hutchison)

    • KLBF (Kalbe Farma)

    • TLKM (Telkom Indonesia)

    • AALI (Astra Agro Lestari)

    • ASRI (Alam Sutera Realty)

  • Rekomendasi MNC Sekuritas:

    • ADRO (Adaro Energy Indonesia)

    • BBCA (Bank Central Asia)

    • ESSA (ESSA Industries Indonesia)

    • MAPI (Mitra Adiperkasa)


Catatan: Seluruh keputusan investasi berada di tangan investor masing-masing. Analisis ini berfungsi sebagai referensi berdasarkan data pasar yang tersedia pada waktu terkait.

Leave a Comment