Inilah kondisi pasar saham AS (Wall Street) pada Kamis, 25 September 2025:
1. Kinerja Indeks Utama
-
Dow Jones Industrial Average (DJIA): turun 173,96 poin (-0,38%) ke level 45.947,32
-
S&P 500: terkoreksi 33,25 poin (-0,50%) ke level 6.604,72
-
Nasdaq Composite: melemah 113,16 poin (-0,50%) ke level 22.384,70
➡️ Artinya, ketiga indeks utama Wall Street kompak bergerak negatif.
2. Pemicu Pelemahan
-
Data Ekonomi AS
-
Klaim pengangguran awal turun 14.000 menjadi 218.000, menunjukkan pasar tenaga kerja masih kuat.
-
Pertumbuhan ekonomi kuartal II lebih cepat dari perkiraan berkat konsumsi rumah tangga & investasi bisnis.
→ Hal ini menimbulkan keraguan apakah The Fed akan agresif memangkas suku bunga ke depan, karena ekonomi ternyata masih tangguh.
-
-
Komentar Pejabat The Fed
-
Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menegaskan ia tidak nyaman menurunkan suku bunga terlalu cepat karena inflasi masih berisiko.
-
Sebelumnya, The Fed baru memangkas suku bunga pertama kali sejak Desember sebesar 25 basis poin, namun langkah lanjutan kini dipertanyakan.
-
3. Ekspektasi Pasar
Menurut CME FedWatch Tool:
-
Probabilitas pemangkasan suku bunga tambahan 25 bps pada Oktober turun dari 92% → 83,4%.
➡️ Investor mulai mengurangi keyakinan bahwa The Fed akan segera kembali memangkas suku bunga.
4. Kinerja Sektor & Saham
-
Energi: menguat +0,9%, jadi sektor dengan performa terbaik.
-
Teknologi: naik tipis +0,03%, ditopang lonjakan saham Intel (+8,9%).
-
CarMax: anjlok -20,1% setelah laporan laba kuartal II turun.
-
Accenture: turun -2,7% meskipun pendapatan melampaui ekspektasi.
➡️ Mayoritas sektor di S&P 500 melemah, menunjukkan tekanan cukup merata.
5. Data Pasar Saham
-
NYSE: saham turun mengalahkan naik dengan rasio 3,11 : 1.
-
Nasdaq: saham turun 3.502, naik 1.166 (rasio 3 : 1).
-
Volume transaksi: 19,58 miliar saham, lebih tinggi dari rata-rata 20 hari (17,99 miliar).
➡️ Tingginya volume menunjukkan aksi jual cukup kuat.
6. Kesimpulan
-
Pelemahan Wall Street disebabkan kebingungan investor antara:
-
data ekonomi kuat → potensi The Fed lebih hati-hati menurunkan suku bunga,
-
vs. harapan pasar akan stimulus moneter lebih agresif.
-
-
Pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi yang masih solid menahan The Fed untuk longgar terlalu cepat.
-
Sentimen ini memicu aksi jual di hampir semua sektor, meski ada pengecualian di energi & teknologi.