Wall Street Menggila, Dow dan S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi!

Inilah kinerja pasar keuangan global, terutama di Wall Street, pada perdagangan Kamis (28/8).

1. Kinerja Pasar Saham AS

Pasar saham AS, yang dikenal dengan sebutan Wall Street, ditutup menguat. Hal ini ditunjukkan oleh kenaikan tiga indeks utama:

  • Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 0,16%
  • S&P 500 (.SPX) naik 0,32%
  • Nasdaq Composite (.IXIC) naik 0,53%

Kenaikan ini membuat indeks S&P 500 dan Dow Jones mencapai rekor penutupan tertinggi. Peningkatan ini dipengaruhi oleh spekulasi pasar bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan segera memotong suku bunga.

2. Kinerja Saham Perusahaan Teknologi

  • Nvidia (NVDA.O): Saham perusahaan chip AI ini turun 0,8%. Penurunan ini terjadi meskipun proyeksi pendapatannya setelah pasar ditutup lebih baik dari perkiraan. Investor meragukan prospek jangka pendeknya karena ketidakpastian perang dagang antara AS dan Tiongkok. Meskipun demikian, CEO Nvidia, Jensen Huang, optimis bahwa permintaan terhadap chip AI akan terus kuat dalam lima tahun ke depan.
  • Alphabet (GOOGL.O): Saham perusahaan induk Google ini naik 2%.
  • Broadcom (AVGO.O): Saham perusahaan semikonduktor ini naik 2,8%.

Kenaikan saham-saham ini berkontribusi pada penguatan Nasdaq dan S&P 500.

3. Nilai Tukar Mata Uang

  • Dolar AS melemah terhadap euro dan yen Jepang.
  • Euro menguat 0,35% terhadap dolar.
  • Dolar melemah 0,28% terhadap yen. Melemahnya dolar AS ini dipengaruhi oleh antisipasi pasar terkait pemotongan suku bunga The Fed. Suku bunga yang lebih rendah cenderung membuat mata uang suatu negara kurang menarik bagi investor.

4. Antisipasi Kebijakan Suku Bunga The Fed

Ini adalah faktor utama yang mendorong pergerakan pasar.

  • Pernyataan Presiden Fed New York, John Williams, yang mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga, memperkuat ekspektasi pasar.
  • Data CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa investor memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada bulan September sebesar 84%.
  • Investor juga memperkirakan penurunan suku bunga total sebesar 138 basis poin hingga akhir tahun 2026.

5. Perkembangan Lainnya

  • Gugatan Terhadap Presiden AS: Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook, mengajukan gugatan terhadap Presiden AS Donald Trump. Gugatan ini menantang wewenang presiden untuk mencopotnya dari jabatannya, yang bisa memengaruhi independensi The Fed.
  • Harga Komoditas:
    • Harga emas naik 0,6% ke level tertinggi dalam lima minggu.
    • Harga minyak mentah Brent dan WTI juga naik.
  • Imbal Hasil Obligasi AS: Imbal hasil obligasi pemerintah AS beragam. Imbal hasil obligasi 10 tahun turun, sedangkan obligasi 2 tahun naik. Ini mencerminkan pergerakan investor yang mengambil untung dari kondisi pasar saat itu.

Secara keseluruhan, artikel ini menggambarkan bagaimana pasar keuangan global bergerak berdasarkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter (terutama suku bunga) dari bank sentral AS, data ekonomi, dan berita-berita spesifik terkait perusahaan dan politik.

Leave a Comment