Pada akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 0,40% ke level 7.858. Ini berarti secara keseluruhan, harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan.
Meskipun demikian, MNC Sekuritas melihat adanya potensi penguatan. Secara teknikal, mereka memprediksi IHSG berpeluang naik untuk menguji level 8.025 hingga 8.102. Potensi kenaikan ini dilihat sebagai bagian dari “wave [v] dari wave 1”—ini adalah istilah dalam analisis teknikal yang sering disebut Teori Gelombang Elliott. Teori ini memprediksi pergerakan harga pasar finansial berdasarkan pola gelombang berulang.
Namun, MNC Sekuritas juga mengingatkan untuk tetap mewaspadai potensi koreksi atau penurunan jangka pendek ke level 7.815 hingga 7.831.
- Level Support dan Resistance:
- Support: Level 7.800 dan 7.680 adalah batas bawah di mana harga cenderung berhenti turun. Jika harga turun hingga level ini, ada kemungkinan besar akan memantul kembali ke atas.
- Resistance: Level 8.008 dan 8.103 adalah batas atas di mana harga cenderung berhenti naik. Jika harga naik hingga level ini, ada kemungkinan besar akan memantul kembali ke bawah.
- Saham yang Direkomendasikan:
- MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati, yaitu EXCL, KLBF, NCKL, dan BTPS. Ini berarti saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi pergerakan positif berdasarkan analisis mereka.
Prediksi Phintraco Sekuritas dan Sentimen Pasar
Phintraco Sekuritas juga memberikan prediksinya. Mereka memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 7.850 hingga 7.970 pada pekan ini.
Ada beberapa sentimen atau faktor yang diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan IHSG:
- Sinyal Dovish The Fed: Sentimen positif datang dari Bank Sentral AS (The Fed). Pidato Jerome Powell (Ketua The Fed) di Simposium Jackson Hole mengindikasikan adanya kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan September 2025. Penurunan suku bunga The Fed seringkali dianggap positif oleh pasar global, termasuk Indonesia, karena dapat memicu aliran modal masuk ke negara berkembang.
- Data Ekonomi dan Laporan Keuangan: Investor akan mencermati beberapa rilis penting, antara lain:
- Data ekonomi dari AS.
- Laporan keuangan dari perusahaan Nvidia.
- Indeks Manajer Pembelian (PMI) dari China, yang menunjukkan kondisi sektor manufaktur.
- Risalah rapat dari Bank Sentral Eropa (ECB).
- Saham yang Direkomendasikan:
- Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham NCKL, AUTO, TOBA, MEDC, dan PGAS untuk dicermati. Ini juga didasarkan pada analisis mereka terhadap potensi saham-saham tersebut.
Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi harus didasarkan pada pertimbangan pribadi dan tidak hanya mengandalkan berita atau rekomendasi dari pihak lain.