IHSG Tertekan Profit Taking: Proyeksi Lanjutan Koreksi dan Saham yang Wajib Dipantau

IHSG ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 22 Juli 2025, turun 0.72% ke level 7344.74. Pelemahan ini terjadi setelah IHSG mengalami reli beberapa hari sebelumnya.

Penyebab Pelemahan

  • Profit Taking: Analis Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa pelemahan ini terutama disebabkan oleh aksi profit taking atau realisasi keuntungan oleh investor, terutama pada saham-saham konglomerasi dan saham berkinerja bagus yang sebelumnya menopang penguatan IHSG.
  • Penurunan Harga Emas: Penurunan harga emas juga berkontribusi pada melemahnya saham-saham komoditas terkait.
  • Koreksi Mayoritas Sektor: Dari 11 sektor, hanya sektor infrastruktur yang menguat pada 22 Juli 2025, sementara 10 sektor lainnya mengalami koreksi.
  • Volume dan Nilai Transaksi: Meskipun IHSG melemah, volume dan nilai transaksi pada 22 Juli 2025 menunjukkan kenaikan di atas rata-rata harian, yang mungkin mengindikasikan aktivitas jual yang kuat.

Proyeksi Teknis

  • Phintraco Sekuritas: Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan koreksi untuk menguji level psikologis 7.300. Jika level ini ditembus (breaklow), IHSG diperkirakan berpotensi menutup gap di level 7291.
  • MNC Sekuritas: MNC Sekuritas melihat posisi IHSG saat ini berada di akhir wave (iii) dari wave [c]. Jika IHSG menguat, peningkatannya diperkirakan relatif terbatas, menguji area 7.466. Namun, MNC Sekuritas juga mewaspadai adanya potensi koreksi ke rentang area 7.220-7.311.

Faktor Fundamental yang Mempengaruhi

Analis Phintraco Sekuritas menyoroti beberapa faktor fundamental yang perlu dicermati investor:

  • Laporan Keuangan Q2 2025: Investor akan memantau rilis laporan kinerja keuangan kuartal II 2025 dari beberapa emiten.
  • Pertemuan Federal Reserve: Investor juga menantikan pertemuan Federal Reserve pekan depan. Kebijakan moneter The Fed dapat memengaruhi sentimen pasar global.
  • Negosiasi Dagang AS: Perkembangan negosiasi dagang antara AS dan negara mitra dagangnya, menjelang batas waktu pelaksanaan tarif pada 1 Agustus 2025, juga menjadi perhatian. Jika banyak negara lain dikenai tarif yang sama atau lebih kecil dari Indonesia, hal ini dapat menurunkan daya saing ekspor Indonesia ke AS.

Rekomendasi Saham

Kedua sekuritas memberikan rekomendasi saham untuk diperhatikan pada perdagangan Rabu, 23 Juli 2025:

  • Phintraco Sekuritas: Merekomendasikan saham DOID, ADRO, ADMR, AADY, dan BTPS.
  • MNC Sekuritas: Merekomendasikan saham ADRO, AMRT, BSDE, dan PGEO.

Penting: Perlu diingat bahwa keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pribadi. Analisis ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.

Leave a Comment