IHSG Diprediksi Terkoreksi: Geopolitik dan Ketiadaan Sentimen Positif Menekan Pasar

IHSG diperkirakan akan melanjutkan penurunannya (terkoreksi) pada perdagangan Kamis, 19 Juni 2025. Sebelumnya, pada Rabu, 18 Juni 2025, IHSG sudah ditutup turun sebesar 0,67% ke posisi 7.107,789.

Analisis Teknis (Phintraco Sekuritas)

  • Stochastic RSI di area oversold: Ini menunjukkan bahwa harga saham kemungkinan sudah terlalu banyak turun dalam waktu singkat dan berpotensi untuk berbalik arah naik. Namun, dalam kasus ini, meskipun di area oversold, indikator lain menunjukkan potensi koreksi lanjutan.
  • MACD cenderung mendatar: Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang mendatar menunjukkan kurangnya momentum yang kuat, baik untuk kenaikan maupun penurunan.
  • Bollinger Bands menyempit: Ini mengindikasikan bahwa volatilitas pasar sedang rendah dan pergerakan harga cenderung terbatas.

Sentimen Negatif Eksternal

  • Peningkatan intensitas perang Iran-Israel: Konflik geopolitik ini memicu kekhawatiran global, terutama jika Amerika Serikat (AS) ikut terlibat, yang dapat berdampak negatif pada pasar keuangan.
  • Minimnya sentimen positif baru: Kurangnya berita atau faktor positif yang dapat mendorong pasar naik.

Dengan kondisi di atas, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis 7.000 jika level support 7.100 tidak mampu menahan penurunan indeks.

Sentimen dari Dalam Negeri

  • Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di 5,5%: Keputusan ini sesuai dengan perkiraan pasar. Alasannya adalah inflasi yang terkendali, upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global, dan dukungan untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Keputusan ini umumnya dianggap sebagai langkah yang stabil dan memberikan kepastian bagi pasar domestik.

Sentimen dari Luar Negeri

  • Pertemuan The Fed (19/6): Pasar menantikan hasil pertemuan bank sentral AS (The Fed), yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,25% hingga 4,5%. Investor akan mencermati komentar Ketua The Fed mengenai prospek ekonomi AS dan peluang penurunan suku bunga di masa depan, karena ini akan sangat memengaruhi sentimen pasar global.
  • Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga: BoE juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya di level 4,25% pada 19 Juni 2025.
  • Perkembangan konflik Iran-Israel dan negosiasi tarif AS-mitra dagang: Pasar juga akan terus memantau perkembangan geopolitik dan ekonomi internasional lainnya.

Rekomendasi Saham

Kedua sekuritas memberikan rekomendasi saham yang dapat diperhatikan oleh investor:

Phintraco Sekuritas:

  • ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur Tbk)
  • ESSA (Surya Esa Perkasa Tbk)
  • TLKM (Telkom Indonesia (Persero) Tbk)
  • MAPI (Mitra Adiperkasa Tbk)
  • INCO (Vale Indonesia Tbk)

MNC Sekuritas:

MNC Sekuritas mencatat adanya tekanan jual pada penurunan IHSG sebelumnya. Mereka melihat potensi koreksi IHSG ke rentang 6.721-6.919 pada “label hitam”, meskipun ada skenario lain (label merah) jika IHSG break 7.240.

  • BBTN (Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk)
  • JPFA (Japfa Comfeed Indonesia Tbk)
  • PSAB (J Resources Asia Pasifik Tbk)
  • TLKM (Telkom Indonesia (Persero) Tbk)

Disclaimer:

Penting untuk diingat bahwa keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Analisis ini bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu. Investor harus melakukan riset sendiri dan mempertimbangkan profil risiko mereka sebelum membuat keputusan investasi.

Leave a Comment