Perdagangan saham di Wall Street pada Rabu (12/6) kemarin ditutup melemah. Ada dua faktor utama yang memengaruhi hal ini:
Kekhawatiran Geopolitik di Timur Tengah
Kekhawatiran investor terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menjadi pemicu utama pelemahan pasar saham. Dilansir dari Reuters, kabar bahwa Amerika Serikat (AS) sedang bersiap untuk mengevakuasi sebagian kedutaannya di Irak karena risiko keamanan yang meningkat, membuat investor cemas.
Ketegangan ini diperparah dengan pernyataan seorang pejabat senior Iran yang mengancam akan menyerang pangkalan AS di kawasan tersebut jika negosiasi nuklir gagal dan konflik muncul. Kondisi ini secara signifikan membebani sentimen pasar.
Inflasi dan Harapan Pemotongan Suku Bunga
Di sisi lain, laporan inflasi yang menunjukkan penurunan sedikit pada Mei memberikan secercah harapan. Data menunjukkan harga konsumen hanya naik sedikit, bahkan lebih rendah dari perkiraan ekonom. Inflasi utama secara tahunan berada di angka 2,4%, di bawah proyeksi 2,5%.
Penurunan inflasi ini meredakan kekhawatiran mengenai tekanan harga akibat kebijakan tarif. Para investor melihat ini sebagai peluang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga di akhir tahun ini. Manajer portofolio senior Dakota Wealth, Robert Pavlik, bahkan menyatakan bahwa laporan inflasi yang lebih baik dari perkiraan ini meningkatkan harapan bahwa The Fed akan dapat melakukan pemotongan suku bunga. Investor kini memproyeksikan peluang 70% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan September.
Negosiasi Dagang AS-China
Meskipun laporan inflasi memberikan sedikit kelegaan, investor masih menunggu rincian lebih lanjut mengenai pembicaraan dagang antara AS dan China. Perjanjian yang sedang dibahas memungkinkan AS mengenakan tarif besar atas barang impor China, termasuk tarif dasar, tarif untuk perdagangan fentanil, dan tarif yang sudah ada sebelumnya. Sebagai respons, China juga akan mengenakan tarif atas impor AS. Ketidakpastian terkait detail dan dampak kesepakatan ini masih menjadi perhatian pasar.
Kinerja Indeks dan Saham Unggulan
Berikut adalah rincian kinerja indeks utama di Wall Street:
- Dow Jones Industrial Average (.DJI) melemah 1,10 poin menjadi 42.865,77.
- S&P 500 (.SPX) turun 0,27% menjadi 6.022,24.
- Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,50% menjadi 19.615,88.
Beberapa saham unggulan juga mengalami pergerakan signifikan:
- Amazon (AMZN.O) turun 2% dan Nvidia (NVDA.O) turun 0,8%, keduanya membebani indeks S&P 500.
- GitLab (GTLB.O), platform pengembangan perangkat lunak, turun hampir 11% setelah hasil kuartalannya mengecewakan.
- GameStop (GME.N), perusahaan video game, turun 5,3% setelah melaporkan penurunan pendapatan kuartal pertama.
- Tesla (TSLA.O) naik tipis 0,1% setelah CEO Elon Musk menyatakan penyesalannya atas beberapa unggahan negatif di media sosial.
Volume perdagangan di bursa AS relatif besar, mencapai 18,9 miliar saham dibandingkan dengan rata-rata 17,8 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya. Ini menunjukkan adanya aktivitas perdagangan yang cukup tinggi meskipun pasar melemah.