Efek Domino Kebijakan Tarif: Pasar Eropa Melonjak, Wall Street Terpukul

Pasar saham global menunjukkan dinamika yang berbeda pada Senin, 26 Mei. Wall Street, indeks utama saham AS, mengalami penurunan, sementara pasar saham Eropa justru menguat. Perbedaan ini sebagian besar dipengaruhi oleh perkembangan terkait kebijakan tarif AS.

Penurunan Wall Street

Pada 26 Mei, tiga indeks utama Wall Street ditutup melemah:

  • Dow Jones (.DJI) turun 0,61% menjadi 41.603.
  • S&P 500 (.SPX) turun 0,67% menjadi 5.802.
  • Nasdaq Composite (.IXIC) turun 1% menjadi 18.737.

Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kekhawatiran yang meningkat tentang perlambatan ekonomi AS dan masalah fiskal yang digarisbawahi oleh penurunan peringkat kredit Moody pada 16 Mei. Investor cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap aset AS di tengah ketegangan perdagangan dan geopolitik.

Penguatan Saham Eropa

Berbanding terbalik dengan AS, saham Eropa memulai hari dengan positif, menghapus kerugian dari sesi sebelumnya. Indeks STOXX 600 pan-Eropa (.STOXX) ditutup naik 1%. Penguatan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menunda ancamannya untuk mengenakan tarif sebesar 50% di wilayah Uni Eropa (UE) hingga 9 Juli, dari sebelumnya 1 Juni. Penundaan ini memberikan “napas lega” bagi pasar Eropa.

Beberapa sektor yang memimpin penguatan di Eropa antara lain:

  • Indeks mobil dan suku cadang (.SXAP) naik 1,8%, meskipun Porsche mengalami penurunan 3,3%. Sektor ini sensitif terhadap tekanan terkait tarif, sehingga penundaan tarif menjadi kabar baik.
  • Perusahaan pertahanan seperti Rheinmetall (RHMG.DE) dan Leonardo (LDOF.MI) masing-masing naik lebih dari 3%. Indeks kedirgantaraan dan pertahanan (.SXPARO) juga maju 1,7%.
  • Sektor barang dan jasa industri (.SXNP) naik 1,5%.
  • Saham Jerman (.GDAXI) melonjak 1,7%, mendekati rekor tertinggi, didorong oleh sektor pertahanan dan otomotif.
  • Saham barang mewah, yang sangat terekspos ke pasar AS, juga mencatat keuntungan. Saham produsen Gucci-Balenciaga Kering (PRTP.PA), LVMH (LVMH.PA), dan Richemont (CFR.S) masing-masing naik sekitar 1%.

Analisis Ahli dan Dampak Lainnya

Mark Haefele, kepala investasi di UBS Global Wealth Management, menyatakan bahwa meskipun penundaan negosiasi UE-AS adalah kabar baik, kecepatan rebound saham menunjukkan bahwa investor mungkin terlalu optimis.

Di sisi lain, Euro melonjak bersama dengan mata uang sensitif risiko lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah zona euro sedikit berubah, seiring mundurnya Trump dari ancaman tarifnya.

Secara keseluruhan, kondisi pasar pada 26 Mei menunjukkan bagaimana kebijakan perdagangan dan sentimen geopolitik dapat secara signifikan memengaruhi pergerakan pasar saham global, dengan Eropa yang diuntungkan dari penundaan tarif AS, sementara AS sendiri bergulat dengan kekhawatiran ekonomi internal dan eksternal.

Leave a Comment