Pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Januari 2024, Wall Street kompak menguat. Dikutip dari Reuters, S&P 500 melonjak 1,23 persen untuk mengakhiri sesi di 4.839,81 poin. Nasdaq melonjak 1,70 persen menjadi 15.310,97 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat 1,05 persen menjadi 37.863,80 poin.
Bahkan S&P 500 (.SPX) membukukan rekor penutupan tertinggi untuk pertama kalinya dalam dua tahun, didorong oleh reli saham pembuat chip dan saham teknologi kelas berat lainnya di tengah optimisme perkembangan kecerdasan buatan.
Penutupan benchmark tersebut memastikan bahwa S&P 500 telah berada dalam pasar bullish sejak ditutup pada level terendahnya pada 12 Oktober 2022.Investor saham juga mendapat angin segar dari survei pendahuluan Universitas Michigan yang menunjukkan sentimen konsumen membaik pada bulan Januari ke level tertinggi sejak musim panas 2021.
S&P 500 bisa kehilangan kekuatan jika perusahaan yang melaporkan hasil kuartalan selama beberapa minggu ke depan gagal membenarkan penilaian yang relatif tinggi.
“Rekor baru S&P 500 ini dapat dipertahankan selama pendapatan memenuhi ekspektasi,” kata Kepala Strategi di Interactive Brokers, Steve Sosnick.
“Sebaliknya, jika kita mengetahui bahwa pasar telah bergerak lebih maju, atau kita mendapatkan panduan dari beberapa perusahaan yang tidak sesuai dengan sentimen bullish yang diperkirakan oleh mereka, hal tersebut dapat menjadi sebuah risiko nyata,” sambung dia.
Adapun saham-saham yang menguat melebihi jumlah saham-saham yang melemah dalam S&P 500 (.AD.SPX), membuka tab baru dengan rasio 2,9 banding satu. S&P 500 membukukan 60 titik tertinggi baru dan 3 titik terendah baru.
EFEK DEBAT CAWAPRES
Debat cawapres berlangsung panas pada Minggu (21/1) malam. Ada cawapres yang serang dengan gimmick, ada juga yang pakai gagasan dengan berbagai isu penting seperti energi dan agraria. Bagaimana sentimennya ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, hari ini Senin (22/1) konsolidasi IHSG akan berlanjut dengan support level 7.200.
Dia menganalisa, stochastic RSI cenderung bergerak naik dari oversold area bersamaan dengan pembentukan lower shadow panjang.
“Volume transaksi cenderung turun mengindikasikan tekanan jual mereda. Dengan demikian, IHSG diperkirakan lanjutkan konsolidasi di atas support 7.200,” kata Alrich dalam analisanya.
Dia menambahkan, sentimen regional cenderung negatif, yaitu penurunan China Foreign Direct Investment (FDI) sebesar 8 persen yoy di Desember 2023. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa pemulihan aktivitas ekonomi di Tiongkok masih berjalan lambat di 2023.
Sedangkan faktor dari dalam negeri, pelaku pasar mengantisipasi rilis kinerja keuangan Q4-2023 dari emiten di Indonesia. Beberapa bank besar dijadwalkan rilis pada pekan depan, di antaranya BBCA, BBNI, BBRI dan BRIS.
“Top picks di Senin (22/1) meliputi sejumlah saham bank (BBRI, BMRI, BBNI dan BRIS), trading buy pada EXCL, BBTN, PGAS dan speculative buy pada MIKA,” pungkas Alrich.
Sementara Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan IHSG gagal menembus ke atas 7.281, dan penutupan hariannya masih di bawah garis SMA-20 sehingga tetap berada dalam konsolidasi dan masih berpeluang untuk melemah ke target terdekat wave c dari (iv) di 7111 menurut analisis Fibonacci retracement.
“Level support IHSG berada di 7.111, 7.021 dan 6.931, sementara level resistennya di 7.300, 7.422 dan .7503. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish,” kata Ivan.
Adapun saham yang Ivan rekomendasikan untuk melakukan speculative buy adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). ANTM ditutup menguat di level 1645 pada perdagangan terakhir.
“ANTM bergerak di bawah garis SMA-10 dan mestinya akan menguji kembali support 1.580, di mana penembusan di bawahnya akan membuka jalan untuk melanjutkan pembentukan wave v dari (c) menuju 1525,” ujarnya.
Saham lain yang dia rekomendasikan untuk pembelian spekulatif adalah saham PT Astra International Tbk (ASII). ASII ditutup melemah di level 5.350 pada perdagangan terakhir. Ivan bilang ASII akan menguji kembali support fraktal 5.200 dan akan mempertahankan peluang rebound selama harga tidak menembus ke bawah level tersebut.
“Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bearish. Hold atau speculativ buy pada rentang harga 5.200-5.275 dengan target harga terdekat di 5.850,” pungkas dia.