Wall Street Ditutup Melemah Menjelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Pada perdagangan Selasa (19/9/2023), indeks utama saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup melemah. Seiring investor yang menantikan keputusan suku bunga terbaru dari bank sentral AS, The Fed.

Mengutip Reuters, Rabu (20/9) Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,31 persen menjadi 34.517,73, S&P 500 (.SPX) kehilangan 0,22 persen menjadi 4.443,95 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,23 persen menjadi 13.678,19.

Direktur Investasi Senior US Bank Wealth Management, Bill Northey mengatakan pasar tengah fokus menunggu keputusan suku bunga dan data ekonomi AS lainnya.

“Pasar jelas fokus pada setiap perubahan komunikasi dari Federal Reserve. Fokus yang kuat pada perspektif The Fed tentang inflasi dalam konferensi pers pasca-pertemuan,” kata Northey.

Dia melanjutkan, sebetulnya The Fed sudah berhasil menjangkar inflasi selama setahun terakhir. Namun, ada kemungkinan inflasi akan berada di target atas The Fed yakni sebesar 2 persen.

Tak hanya merilis data suku bunga hari ini, The Fed juga akan merilis ringkasan proyeksi ekonomi AS, termasuk diagram yang akan memberikan gambaran sekilas tentang perkiraan lintasan suku bunga, inflasi dan pertumbuhan ekonomi oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Kepala Strategi Simplify Asset Management di Philadelphia, Michael Green, mengungkapkan investor memproyeksi The Fed bakal mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lama. Fenomena ini disebut sebagai kebijakan higher for longer.

“Jika (The Fed) mengumumkan bahwa mereka menghapus penurunan suku bunga pada tahun 2024 dengan menaikkan dot plot, hal itu secara umum akan dilihat sebagai jeda yang sangat hawkish,” ungkap Green.

Di sisi lain, lonjakan tingkat inflasi tahunan Kanada yang tinggi imbas kenaikan harga BBM, dan anjloknya pembangunan perumahan di AS menambah ketidakpastian investor.

 

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Rabu (20/9). Pada perdagangan Selasa (19/9), IHSG ditutup menguat 44,238 poin atau 0,64 persen ke level 6.980,321.

Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, IHSG berpeluang uji resistance 7.000 hari ini. MACD dan Stochastic RSI cenderung bergerak naik pasca-membentuk golden cross. Meski demikian, potensi penguatan lanjutan tersebut dibayangi oleh penurunan volume transaksi di Selasa.

“Kondisi di atas diperkirakan dampak dari kecenderungan wait and see pelaku pasar terhadap hasil FOMC The Fed dan RDG BI. Keduanya diyakini mempertahankan suku bunga acuan pada level saat ini,” kata Alrich, Rabu (20/9).

Meski demikian, pelaku pasar menantikan petunjuk mengenai outlook ekonomi dan arah kebijakan moneter ke depan. Masih dari eksternal, inflasi inti Euro Area turun ke 5,3 persen yoy di Agustus 2023 dari 5,5 persen yoy di Juli 2023.

“Penurunan ini diharapkan berlanjut, sehingga dapat meredam agresivitas ECB dalam menaikkan suku bunga acuan,” ujarnya.

Sementara itu, tim analis MNC Sekuritas memperkirakan selama IHSG belum mampu menembus area resistance di 7.020, maka posisi IHSG masih rawan terkoreksi. Adapun target koreksi diperkirakan akan menuju ke 6.737-6.846.

“Pada skenario terbaiknya, IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji kembali 7.072, di mana IHSG akan mengalami ekstensi ke rentang area 7.025-7.037,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

Alrich merekomendasikan top picks saham di antaranya potensi rebound lanjutan pada ASII, MDKA, TLKM dan UNVR, speculative buy pada INDF, BTPS dan BBTN. Sedangkan MNC Sekuritas menyarankan investor pada saham ADHI, ENRG, INKP, dan NSSS.

 

Leave a Comment