Investor Khawatir Tunggu Pidato The Fed soal Prospek Ekonomi, Wall Street Anjlok

Pada perdagangan Kamis (24/8/2023), tiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) di Wall Street masing-masing ditutup menurun lebih dari 1 persen. Investor merasa gugup menjelang pidato Ketua Federal Reserve atau The Fed, Jerome Powell, pada hari Jumat (25/8).

Mengutip Reuters, Jumat (25/8), Dow Jones Industrial Average turun 373,56 poin atau 1,08 persen menjadi 34.099,42. S&P 500 kehilangan 59,7 poin atau 1,35 persen menjadi 4.376,31, dan Nasdaq Composite turun 257,06 poin atau 1,87 persen menjadi 13.463,87.

Semua sektor utama S&P 500 turun hari ini, dan indeks semikonduktor turun 3,4 persen. Saham Nvidia berakhir sedikit lebih tinggi usai mencapai rekor tertinggi di awal sesi. Perusahaan tersebut pada Rabu malam memberikan perkiraan yang jauh lebih kuat dari perkiraan, di tengah permintaan chip kecerdasan buatannya dan akan membeli kembali saham senilai USD 25 miliar.

Para bankir bank sentral dan pemimpin ekonomi lainnya berkumpul pada hari Kamis untuk simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming. Pidato Powell yang sangat dinantikan mengenai prospek ekonomi akan dirilis pada hari Jumat.

“Meskipun investor ingin fokus pada Nvidia dan ingin fokus pada teknologi-dan ini merupakan pasar yang terobsesi oleh The Fed. Ini masih tentang apa yang akan dikatakan Jay Powell besok untuk mengacaukan segalanya, yang mungkin menyebabkan investor menjadi penjual, bukan pembeli,” kata CEO Longbow Asset Management di Tulsa Jake Dollarhide.

Pasar menguat menjelang laporan Nvidia minggu ini terkait harapan bahwa prediksinya dapat memperpanjang reli saham teknologi kecerdasan buatan tahun ini.

Data pada Kamis pagi menunjukkan klaim tunjangan pengangguran AS menunjukkan pasar pekerjaan yang masih kuat, kabar yang menurut beberapa pihak dapat mendukung pesan hawkish The Fed mengenai suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Imbal hasil Treasury naik tipis.

Investor juga mencerna komentar dari Presiden Fed Philadelphia Patrick Hacker, dalam sebuah wawancara di CNBC pada hari Kamis menyebut The Fed perlu menahan pembatasan suku bunga untuk sementara waktu.

The Fed telah menaikkan suku bunga sejak Maret 2022 dalam upaya menurunkan inflasi, dan investor mencari kejelasan apakah akan terjadi kenaikan suku bunga lebih lanjut dan berapa lama The Fed berencana mempertahankan suku bunga tetap tinggi.

 

Leave a Comment