Pada penutupan perdagangan, Selasa (9/8/2023), indeks saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street melemah. Imbas pemangkasan peringkat kredit bank yang dilakukan oleh Moody’s.
Mengutip Reuters, Rabu (9/8), Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 0,45 persen menjadi 35.314,49, S&P 500 (.SPX) kehilangan 0,42 persen menjadi 4.499,38 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,79 persen menjadi 13.884,32.
“Penurunan peringkat beberapa bank oleh lembaga pemeringkat kredit Moody’s menghidupkan kembali kekhawatiran tentang kesehatan bank AS dan ekonomi,” tulis laporan tersebut.
Moody’s juga memperingatkan bahwa kekuatan kredit sektor tersebut kemungkinan akan diuji oleh risiko pendanaan dan profitabilitas yang lebih lemah.
Kepercayaan pasar terhadap bank-bank AS berangsur-angsur kembali setelah kegagalan tiga pemberi pinjaman awal tahun ini, termasuk Silicon Valley Bank, yang mengejutkan sistem keuangan.
Indeks S&P 500 Banks (.SPXBK) telah turun 2,5 persen tahun ini, dibandingkan dengan kenaikan 17,2 persen oleh S&P 500. Tak hanya itu, penurunan peringkat menunjukkan kerapuhan kepercayaan investor terhadap saham keuangan.
Indeks bank turun 1,1 persen pada hari Selasa, sedangkan indeks Perbankan Regional KBW (.KRX) turun 1,4 persen.
Bank besar Goldman Sachs (GS.N) dan Bank of America (BAC.N) masing-masing turun sekitar 1,9 persen, sementara Bank of New York Mellon turun 1,3 persen dan Truist turun 0,6 persen.
Kepala Strategi Investasi di Glenmede, Jason Pride mencatat, penurunan peringkat Moody’s serta pemberitahuan yang diberikan kepada bank-bank besar tentang kemungkinan tindakan di masa depan merupakan pernyataan publik tentang kepedulian badan tersebut terhadap kesehatan sistem perbankan, dan bagaimana itu mempengaruhi ekonomi yang lebih luas.
“Saya pikir ini masalah besar dalam gambaran yang lebih besar tentang bagaimana perekonomian beroperasi, karena pinjaman bank daerah adalah salah satu pelumas utama perekonomian,” katanya.
“Jika melambat, mesinnya tidak bekerja dengan baik,” imbuhnya.
Rasio modal bank juga masih rentan, apalagi dengan tren suku bunga tinggi. Bank sentral AS, The Fed, pada bulan lalu menaikkan suku bunga pinjaman acuan ke kisaran 5,25-5,5 persen, setelah memperketat kebijakan moneter secara agresif selama satu setengah tahun terakhir dalam upaya untuk mengendalikan inflasi.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah Rabu (9/8). Pada perdagangan Selasa (8/8), IHSG melemah 0,25 persen atau 17,55 poin ke level 6.868,81.
Analis Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan perkembangan pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi ditengah membaiknya rilis data perekonomian CADEV ditambah Laporan Keuangan Emiten sepanjang semester satu yang menunjukan perbaikan.
“Sedangkan rilis data perekonomian mengenai tingkat kepercayaan konsumen yang sedikit terkoreksi menjadi salah satu faktor penekan pergerakan IHSG dalam rentang jangka pendek, mengingat secara menyeluruh kondisi perekonomian masih dalam keadaan stabil,” tulis William dalam risetnya, Rabu (9/8).
William mengatakan momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian terutama untuk saham saham berfundamental kuat.
Pergerakan berada di level 6.821-6.954. Saham yang direkomendasikan William antara lain adalah ICBP, BMRI, ITMG, TLKM, CTRA, KLBF, JSMR, dan BSDE.
Sementara itu, Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan indikasi fase konsolidasi IHSG semakin kuat dengan koreksi pada hari Selasa. Bersamaan dengan koreksi tersebut, terjadi penyempitan positive slope antara MA20 dengan MA50 yang mengindikasikan fase konsolidasi tersebut.
Di sisi lain, peluang rebound jangka pendek didukung dari indikasi oversold pada Stochastic RSI. IHSG diperkirakan rebound ke 6880-6900 pada penutupan perdagangan Rabu.
“Pasar nampaknya merespon realisasi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia ke 123.5 di Juli 2023 dari 127.1 di Juni 2023. Meski turun, IKK Indonesia masih jauh di atas batas confidence yaitu 100,” tulis Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Phintraco Sekuritas menyebutkan faktor eksternal diperkirakan memberikan sentimen negatif pada pergerakan IHSG. Pertama, penurunan nilai ekspor (-14.5 persen yoy) dan impor (-12.4 persen yoy) China yang lebih dalam dari perkiraan di Juli 2023. Kedua, realisasi inflasi Jerman di 6.2 persen yoy di Juli 2023, turun tipis dari 6.4 persen yoy di Juni 2023.
“Top picks di Rabu (9/8) berfokus pada saham-saham consumer-related seperti TLKM, ISAT, JPFA, dan speculative buy pada ARTO, MIKA dan BANK,” ujarnya. (*)