Usai data inflasi AS pada Mei 2023 tidak menunjukkan kenaikan, Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat pada perdagangan Selasa (13/6/2023). Hal ini meningkatkan ekspektasi Federal Reserve (The Fed) akan menghentikan kenaikan suku bunga Rabu ini.
Di satu sisi, dolar AS juga terpantau melemah. Indeks dolar menunjukkan mata uang AS terhadap enam mata uang lainnya turun 0,367 persen karena perbedaan suku bunga turun menjelang kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa pada hari Kamis, dan kemungkinan pada Bank of England minggu depan.
Dikutip dari Reuters, Rabu (14/6), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 0,43 persen menjadi 34.212,12 poin, S&P 500 (.SPX) naik 0,69 persen menjadi 4.368,01 poin dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 0,83 persen menjadi 13.573,32.
Selain data inflasi, angka pertumbuhan ekonomi juga akan menentukan apakah Fed menaikkan suku bunga lagi akhir tahun ini, kata Joseph LaVorgna, kepala ekonom AS di SMBC Nikko Securities di New York.
“Saya tidak yakin itu akan didorong oleh inflasi semata. Kenaikan suku bunga dapat terjadi karena tren PDB yang luas berakselerasi atau pasar tenaga kerja tidak menunjukkan tanda-tanda pelonggaran.” kata Joseph.
Sementara itu, mata uang Euro maupun Poundsterling diprediksi akan terus menguat terhadap dolar AS. Euro naik 0,32 persen menjadi 1,08 Euro per dolar AS, sementara Poundsterling naik 0,73 persen menjadi 1,26 Poundsterling per dolar AS.
Tetapi faktor yang lebih penting adalah China, kata Thierry Wizman, ahli strategi FX dan suku bunga global Macquarie. “China adalah kuncinya. Jika kita mulai melihat pertumbuhan dan stimulus dari China, dolar AS akan melemah lagi seperti melemahnya pada bulan Maret dan April ketika semua orang yakin China akan melihat pertumbuhan yang kuat,” katanya.
ZONA HIJAU
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan saham sore ini, Selasa (13/6). IHSG ditutup turun 3,359 poin (0,05 persen) ke posisi 6.719,014.
Sedangkan indeks LQ45 ditutup menguat 0,251 poin (0,03 persen) ke 952,971. Sebanyak 237 saham naik, 291 saham turun, dan 219 saham stagnan.
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 1.527.838 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 20,086 miliar saham senilai Rp 9,654 triliun.
Saham-saham penahan indeks atau top losers sore ini di antaranya Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) turun 29 poin (14,72 persen) ke 168; Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE) turun 10 poin (14,71 persen) ke 58; Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) turun 22 poin (14,47 persen) ke 130; Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) turun 12 poin (14,12 persen) ke 73; dan Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) turun 42 poin (12,00 persen) ke 308.
Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah sore ini melemah 0,50 poin (0,00 persen) di Rp 14.863 terhadap dolar AS.
Berikut kondisi bursa saham Asia sore ini:
Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 584,602 poin (1,80 persen) ke 3.3018,602
Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 127,969 poin (0,66 persen) ke 19.532,279
Indeks SSE Composite di China naik 4,840 poin (0,15 persen) ke 3.233,670
Indeks Straits Times di Singapura turun 6,590 poin (0,21 persen) ke 3.189,480