Sejumlah sektor ekonomi mengalami kemajuan, karena investor menunggu data inflasi dan pengumuman suku bunga Federal Reserve minggu depan. Hal itu pula menyebabkan bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup naik tipis.
Mengutip Reuters, Rabu (7/6) Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 0,03 persen menjadi 33.573,28, S&P 500 (.SPX) naik 0,24 persen, menjadi 4.283,85 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 0,36 persen, menjadi 13.276,42.
Lebih lanjut, investor berharap data inflasi AS di Mei mengalami penurunan. Meski mereka yakin inflasi inti akan tetap pada posisi tinggi.
“Tampaknya investor sedikit optimis,” Analis di Cresset Capital CIO, Jack Ablin.
Ablin mengungkapkan, data ekonomi baru-baru ini dan pernyataan tidak agresif (dovish) dari pejabat The Fed, meningkatkan kepercayaan investor bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga di Juni.
“Fed fund futures mengindikasikan para pedagang telah memproyeksi peluang hampir 80 persen bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga dalam kisaran 5 persen-5,25 persen,” terang dia.
Di sisi lain, investor juga melihat peluang The Fed menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) di Juli mendatang.
Coinbase Global (COIN.O) anjlok 12,09 persen. Usai Komisi Sekuritas dan Bursa AS menggugat pertukaran crypto, menuduhnya beroperasi secara ilegal tanpa terlebih dahulu terdaftar di regulator.
Apple Inc (AAPL.O) memperpanjang kerugian hingga tergelincir 0,21 persen, sehari setelah pembuat iPhone meluncurkan headset augmented-reality yang mahal yang disebut Vision Pro.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari Rabu (7/6). Pada perdagangan hari Selasa (6/6), IHSG melemah 14,514 poin atau 0,22 persen ke level 6.618,123.
Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, mengatakan IHSG masih berpeluang karena bergerak di atas support minor 6.600.
“Level support IHSG berada di 6.542, 6.509 dan 6.480, sementara level resistennya di 6.659, 6.719 dan 6.767,” kata Ivan, Rabu (7/6).
Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menyebut IHSG diperkirakan sideways dalam rentang 6.600-6.680 hari ini. “Dari dalam negeri, sentimen utama berasal dari berlanjutnya tren penurunan inflasi ke 4 persen yoy di Mei 2023, lebih rendah dari perkiraan pasar di 4,22 persen,” imbuh Alrich.
Menurut Alrich, kondisi ini membangun keyakinan bahwa BI akan menahan suku bunga acuan di 5,75 persen. Kondisi ini mendorong berlanjutnya penguatan saham-saham rate-sensitive, termasuk properti dan real estat.
“Dari eksternal, pasar akan mencermati rilis data neraca perdagangan Tiongkok, nilai ekspor dan impor diperkirakan turun secara yoy di Mei 2023,” tuturnya.
Meski demikian, rencana Arab Saudi untuk memperbesar pemangkasan volume produksi mulai Juli 2023 berpotensi mendorong rebound lanjutan pada harga komoditas.
Ivan merekomendasikan beberapa saham, yaitu ESSA, KLBF, MEDC dan TLKM.