Pada perdagangan Rabu (17/5/2023), bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup menguat. Hal ini dipengaruhi oleh negosiasi plafon utang dan komitmen pemerintah Amerika Serikat menghindari gagal bayar.
Dikutip dari Reuters, Kamis (18/5), Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 408,63 poin atau 1,24 persen menjadi 33.420,77, S&P 500 (SPX) naik 48,87 poin atau 1,19 persen menjadi 4.158,77 dan Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 157,51 poin, atau 1,28 persen menjadi 12.500,57.
Presiden AS Joe Biden dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Republik Kevin McCarthy bersumpah bahwa AS akan menghindari gagal bayar yang membawa bencana ekonomi. Negosiasi plafon utang tersebut saat ini menjadi perhatian para pelaku pasar.
Manajer portofolio senior di Dakota Wealth di Fairfield Connecticut, Robert Pavlik, mengatakan para investor merespons positif negosiasi utang yang dilakukan pemerintah AS.
“Apa yang kami lihat hari ini adalah komentar positif yang mengatakan kemajuan sedang dibuat menuju kesepakatan plafon utang, dan itu memberi alasan pasar untuk mengembalikan uang,” kata Robert Pavlik.
Pada perdagangan kemarin, dolar menyentuh level tertinggi selama enam minggu karena bank-bank regional melonjak dan negosiasi di Washington untuk meningkatkan plafon utang berlanjut. Indeks dolar naik 0,28 persen, dengan euro turun 0,21 persen menjadi USD 1,0838.
Sementara, Saham Eropa ditutup lebih rendah karena sentimen terbebani oleh pendapatan pesimis dan kekhawatiran atas kemungkinan gagal bayar utang AS.
Indeks STOXX 600 pan-Eropa (STOXX) turun 0,15 persen, dan indeks saham MSCI di seluruh dunia (MIWD00000PUS) naik 0,60 persen. Saham pasar berkembang kehilangan 0,26 persen. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang (MIAPJ0000PUS) ditutup 0,5 persen lebih rendah, sedangkan Nikkei Jepang (N225) naik 0,84 persen.
Optimisme pasar terhadap negosiasi plafon utang AS juga berimbas pada harga minyak, selain juga karena prospek permintaan yang sedang bagus. Minyak mentah AS melonjak 2,78 persen menjadi USD 72,83 per barel, sementara Brent berakhir di USD 76,96 per barel atau naik 2,74 persen.
Volume di bursa AS adalah 10,35 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 10,59 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.